Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Pemerintah Kabupaten Sumbawa memperkuat komitmen percepatan penurunan stunting melalui penguatan sinergi lintas sektor. Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mohamad Ansori, menegaskan bahwa upaya menekan angka stunting harus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan, bukan sekadar penyelesaian administrasi.
Penegasan tersebut disampaikan Ansori saat menghadiri Pertemuan Jejaring Stunting dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sumbawa di La Grande Ballroom, Kamis (30/7).
Kegiatan yang dihadiri jajaran perangkat daerah, Direktur RSUD Kabupaten Sumbawa, serta Ketua Tim Pembina Posyandu tingkat desa, kelurahan, dan kecamatan itu menjadi forum untuk memperkuat koordinasi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan generasi Sumbawa yang sehat, berkualitas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
Wabup Sumbawa yang juga menjabat Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sumbawa menegaskan, seluruh tim harus lebih banyak hadir di tengah masyarakat untuk mendampingi keluarga yang berisiko stunting.
"Saya ingin tim terus bergerak. Jangan hanya bekerja di atas meja, tetapi hadir di tengah masyarakat, mendampingi keluarga yang membutuhkan. Mulai Agustus nanti kita perbanyak aksi di lapangan. Pemerintah Kabupaten Sumbawa siap ikut turun agar hasilnya benar-benar terlihat. Harapan kita, angka stunting terus menurun, bahkan kalau bisa mencapai nol persen," tegasnya.
Menurut Wabup, percepatan penurunan stunting hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh elemen, mulai dari organisasi perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga keluarga. Ia menilai budaya hidup sehat harus terus diperkuat sebagai fondasi utama pencegahan stunting.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H Sarip Hidayat SKM MPH, dalam laporannya menyampaikan bahwa pertemuan jejaring stunting bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam percepatan penurunan stunting.
Ia mengungkapkan, prevalensi stunting di Kabupaten Sumbawa pada 2024 tercatat mencapai 29,7 persen atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun berdasarkan data Triwulan I Tahun 2026, masih terdapat 3.225 balita yang mengalami stunting sehingga memerlukan perhatian serta pendampingan secara terpadu dari berbagai pihak.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) rujukan pemeriksaan balita stunting antara Direktur RSUD Kabupaten Sumbawa dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa. Penandatanganan disaksikan langsung oleh Wakil Bupati bersama jajaran perangkat daerah terkait sebagai bentuk penguatan layanan kesehatan bagi balita stunting.
Selain itu, Wakil Bupati menyerahkan penghargaan kepada Kepala Desa Karang Dima atas keberhasilan menurunkan angka stunting di wilayahnya. Penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi pemerintah desa lainnya untuk terus meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan stunting.
Menutup arahannya, Wabup menegaskan Pemerintah Kabupaten Sumbawa akan terus mengawal pelaksanaan program percepatan penurunan stunting melalui pemantauan dan pendampingan secara berkelanjutan. Ia berharap setiap langkah yang dilakukan mampu menghasilkan perubahan nyata sehingga anak-anak Sumbawa tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi generasi unggul yang mampu membawa daerah semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing. (Gad)