Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mohamad Ansori mendukung gagasan menjadikan Kecamatan Labangka sebagai kota santri. Ia menilai penguatan pendidikan keagamaan melalui pesantren dapat menjadi salah satu fondasi untuk membentuk generasi muda yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Wabup menyampaikan dukungan tersebut saat menghadiri Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW bersama TGH Ma’arif Makmun Diranse di Yayasan Mushanniful Ulum Labangka, Sabtu (5/9). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Meneguhkan Cinta Rasulullah SAW untuk Membangun Generasi Berakhlak Mulia di Era Modern”.
Sejumlah tokoh agama dan unsur pemerintahan menghadiri kegiatan itu. Para tuan guru dari Lombok, Ketua PC NU Kabupaten Sumbawa, pimpinan DPRD, Camat Labangka, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca), serta sejumlah ulama turut hadir dalam acara tersebut.
Pimpinan Yayasan Mushanniful Ulum Labangka, TGH Khudri Mushannif Lc, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati Sumbawa bersama jajaran pemerintah daerah. Kehadiran tersebut dinilai memperkuat komunikasi antara pemerintah dengan lembaga pendidikan keagamaan di tingkat kecamatan.
Dalam kegiatan itu, TGH Ma’arif Makmun Diranse mengajak masyarakat memperkuat peran pesantren dalam kehidupan sosial dan pendidikan. Ia juga mendorong masyarakat Labangka membangun lingkungan yang dekat dengan nilai-nilai keagamaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Labangka sebagai kota santri.
Menurut Ma’arif, masyarakat dapat membiasakan membaca sholawat Nabi serta mengamalkan bismillah dalam berbagai aktivitas sehari-hari. Ia menilai kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter masyarakat, terutama generasi muda.
Wakil Bupati Sumbawa merespons gagasan tersebut dengan menyatakan dukungan terhadap pengembangan Labangka sebagai kota santri. Wabup mengatakan, pemerintah daerah melihat pesantren dan pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
“Kalau Labangka bisa menjadi kota santri dan tetap berbaur dengan masyarakat, ini akan menjadi potensi besar di bidang pendidikan,” kata Wabup.
Ia mengatakan pemerintah daerah memiliki perhatian terhadap pengembangan pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda. Menurut dia, keberadaan pesantren dapat berjalan berdampingan dengan kehidupan masyarakat sekaligus membuka ruang pengembangan pendidikan di Labangka.
“Pemerintah daerah tentu punya mimpi besar agar Labangka terus berkembang dan ikut mengantarkan Sumbawa menjadi daerah yang unggul, maju, dan sejahtera,” ujarnya.
Wabup kemudian menyerahkan bantuan 100 sak semen untuk mendukung pembangunan Yayasan Mushanniful Ulum Labangka. Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan fasilitas pendidikan keagamaan di wilayah tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, ulama, pesantren, dan masyarakat dalam menjalankan berbagai program pembangunan. Menurut Wabup, kerja sama antarpihak diperlukan agar pengembangan pendidikan keagamaan dapat berjalan bersama dengan kebutuhan masyarakat.
Selain bidang pendidikan, Wabup mengajak masyarakat Labangka memperhatikan kondisi lingkungan. Ia mendorong warga menjaga lingkungan tetap hijau dan asri sehingga pembangunan kawasan dapat berjalan dengan tetap memperhatikan kelestarian alam.
Kegiatan Maulid Akbar berlangsung dalam suasana kebersamaan dengan rangkaian tausiah dan silaturahmi antara pemerintah daerah, ulama, pengelola yayasan, serta masyarakat Labangka. (Gad/Hms)