PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Tutup Bupati Open 2026, Wabup Sumbawa Dorong Lahirnya Atlet Bulutangkis Nasional

Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mohamad Ansori, mendorong pembinaan bulutangkis sejak usia dini untuk melahirkan atlet asal Sumbawa yang mampu bersaing di tingkat nasional.

E
Penulis Editor
Tanggal 15 Sep 2026, 13:02 WITA
 Tutup Bupati Open 2026, Wabup Sumbawa Dorong Lahirnya Atlet Bulutangkis Nasional
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, resmi menutup Kejuaraan Bulutangkis Bupati Open 2026 di GOR Pragas Sumbawa, Minggu (13/9) malam

Sumbawa Besar, GaungNUSRA 

Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mohamad Ansori, mendorong pembinaan bulutangkis sejak usia dini untuk melahirkan atlet asal Sumbawa yang mampu bersaing di tingkat nasional. Target tersebut disampaikan, saat menutup Kejuaraan Bulutangkis Bupati Open 2026 di GOR Pragas Sumbawa, Minggu (13/9) malam. 

Ia menilai, tingginya antusiasme masyarakat selama kejuaraan menunjukkan bulutangkis memiliki basis peminat yang kuat di daerah.

Penutupan kejuaraan itu turut dihadiri Ketua PBSI Kabupaten Sumbawa yang juga Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa dan Ketua DPD Golkar Kabupaten Sumbawa, HM Berlian Rayes. Hadir pula unsur kepolisian dan TNI, jajaran pengurus KONI Kabupaten Sumbawa, panitia, atlet, pelatih, suporter, orang tua atlet, komunitas bulutangkis, serta masyarakat.

Wabup mengapresiasi PBSI Kabupaten Sumbawa dan seluruh pihak yang telah menyukseskan Bupati Open 2026. Ia menilai penyelenggaraan turnamen tersebut tidak hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga membuka ruang bagi atlet muda untuk menguji kemampuan dan memperoleh pengalaman bertanding.

“Atas nama pemerintah daerah, kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi atas terselenggaranya pelaksanaan Bupati Open 2026,” ujar Wabup.

Ia menyoroti antusiasme penonton yang terus meningkat sejak pertandingan pertama hingga babak final. Membludaknya penonton, menurutnya, menunjukkan dukungan masyarakat terhadap perkembangan olahraga bulutangkis di Kabupaten Sumbawa.

“Ini membuktikan bahwa antusias masyarakat dan komunitas olahraga bulutangkis di Sumbawa betul-betul kita saksikan malam hari ini. Dari hari pertama sampai terakhir, penontonnya berjubel-jubel,” katanya.

Wabup mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa memiliki target jangka panjang untuk melahirkan atlet bulutangkis yang mampu menembus kompetisi nasional. Ia meminta pengurus PBSI, pelatih, komunitas, dan seluruh pihak terkait memperkuat pembinaan agar target tersebut dapat diwujudkan.

“Kami pemerintah juga sebetulnya bermimpi ada atlet bulutangkis yang bisa nanti main di kancah nasional. Mari kita tunjukkan bersama-sama bahwa Sumbawa nanti akan melahirkan atlet bulutangkis di tingkat nasional,” tegasnya.

Menurut Wabup, pembinaan atlet membutuhkan proses panjang. Ia meminta pengurus cabang olahraga tidak hanya mengejar prestasi dalam kompetisi sesaat, tetapi membangun pembinaan secara berjenjang sejak anak-anak.

“Tidak instan untuk mencetak para pemain. Prosesnya cukup panjang. Dari usia dini itu sudah kita kenalkan. Bahkan usia dini, usia SD, usia SMP, kita gembleng, kita mencari bibit yang berbobot,” jelasnya.

Ia menilai pencarian bibit menjadi bagian penting dalam pembinaan. Pelatih perlu mengidentifikasi kemampuan atlet sejak usia dini, memberikan latihan secara konsisten, kemudian membawa atlet mengikuti kompetisi untuk mengukur perkembangan mereka.

Selain pembinaan, Wabup menilai fasilitas olahraga juga menentukan kualitas latihan dan pertandingan. Ia menyinggung kebutuhan rehabilitasi GOR Pragas, termasuk usulan peningkatan fasilitas tribun yang disampaikan pengurus PBSI Kabupaten Sumbawa.

Wabup mengatakan, pemerintah daerah membuka ruang untuk mendukung pengembangan sarana olahraga. Namun, pemerintah tetap harus memasukkan setiap rencana pembangunan ke dalam mekanisme perencanaan dan penganggaran daerah.

“Pemerintah sangat mendukung sekali. Hanya memang ini masih proses semuanya. Mudah-mudahan pola-pola nanti akan kita wujudkan,” ujarnya.

Ia juga meminta KONI Kabupaten Sumbawa menyampaikan program dan kebutuhan setiap cabang olahraga secara terencana kepada pemerintah daerah. Pemerintah, kata dia, dapat membahas kebutuhan tersebut dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah.

“Kalau memang nanti itu bisa diwujudkan, pemerintah lalu KONI mengajukan berapa yang dibutuhkan anggaran, kalau fiskalnya nanti juga memungkinkan, kenapa tidak. Karena itu anak-anak kita, untuk generasi ke depan,” katanya.

Wabup mengajak KONI, PBSI, pelatih, atlet, orang tua, komunitas, suporter, dan masyarakat memperkuat sinergi dalam pembinaan olahraga. Ia menilai setiap unsur memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan atlet.

Ia juga meminta PBSI membangun komunikasi dengan pemerintah daerah agar program pembinaan dapat berjalan secara terarah. Pemerintah daerah, menurutnya, membutuhkan gambaran program dan kebutuhan olahraga untuk menyesuaikan dukungan dengan perencanaan daerah.

“Tidak harus nanti kita wujudkan secara sepihak, tapi mari kita juga komunikasi sehingga nanti betul-betul program PBSI ini bisa berjalan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Wabup berharap, pembinaan yang dimulai sejak usia dini dapat membuka peluang bagi atlet Sumbawa untuk bersaing di level nasional. Ia mendorong para pelatih terus menemukan dan mengembangkan talenta muda melalui latihan serta kompetisi yang berkelanjutan.

“Semoga masyarakat Sumbawa bisa melahirkan pemain yang talenta, pemain nasional bisa terwujud,” pungkasnya. (Gac) 

Bagikan Berita Ini: