Sumbawa Barat, GaungNUSRA
Kapal tongkang pengangkut batu bara yang oleng di kawasan Pelabuhan Benete Kecamatan Maluk KSB, menyebabkan material batu bara tumpah ke area sekitar pelabuhan. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 6 Agustus 2026, dan mendapat perhatian dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KSB.
Tumpahan batu bara tersebut berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan sehingga perlu mendapat penanganan dan pemantauan. DLH KSB pun mulai berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama petugas kepelabuhanan yang memiliki kewenangan di kawasan Pelabuhan Benete.
Kepala Bidang Kajian dan Pemantauan DLH KSB, Sofyan, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak untuk memastikan kondisi tumpahan batu bara tersebut mendapat perhatian dan penanganan sesuai kewenangan masing-masing.
Menurut Sofyan, kawasan tempat tongkang tersebut berada merupakan wilayah kerja petugas kepelabuhanan. Karena itu, DLH KSB melakukan koordinasi dengan pihak kepelabuhanan untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lingkungan akibat tumpahan batu bara.
“Itu sebenarnya merupakan wilayah kerja dari petugas kepelabuhanan di sana, di area Pelabuhan Benete. Namun, kami sudah berkoordinasi untuk mengantisipasi terjadinya kerusakan lingkungan,” ujar Sofyan, Jumat (7/8).
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima DLH KSB, tongkang pengangkut batu bara tersebut mulai mengalami kondisi oleng pada Rabu malam. Petugas kemudian mengambil langkah dengan menarik tongkang ke bagian pinggir kawasan pelabuhan.
Langkah tersebut dilakukan karena kondisi tongkang dikhawatirkan mengganggu aktivitas kapal lain yang berlangsung di kawasan Pelabuhan Benete.
“Informasi yang kami dapatkan, kapal tersebut oleng pada Rabu malam. Karena dikhawatirkan mengganggu aktivitas pelabuhan, maka ditarik ke pinggir,” jelas Sofyan.
Kondisi tongkang yang oleng tersebut kemudian menyebabkan batu bara yang diangkut tumpah. Material batu bara yang tercecer menjadi perhatian karena berada di kawasan pelabuhan dan berpotensi memberikan dampak terhadap lingkungan apabila tidak segera ditangani.
Meski demikian, DLH KSB belum menyampaikan hasil pengukuran atau pemeriksaan terkait tingkat dampak lingkungan dari tumpahan batu bara tersebut. Hingga Jumat (7/8), DLH masih menunggu tindak lanjut dan arahan dari pihak-pihak yang berkaitan dengan penanganan tongkang dan tumpahan batu bara.
Sofyan mengatakan DLH KSB siap melakukan pemeriksaan apabila diperlukan. Salah satu langkah yang disiapkan ialah mengambil sampel untuk mengetahui kondisi lingkungan di sekitar lokasi tumpahan.
“Sampai saat ini kami masih menunggu arahan sesuai hasil koordinasi. Paling nanti kami akan melakukan pengambilan sampel terkait dampak dari tumpahan batu bara,” tambahnya.
DLH KSB selanjutnya akan memantau perkembangan penanganan di lapangan. Koordinasi dengan pihak kepelabuhanan menjadi langkah awal untuk memastikan tumpahan batu bara tersebut mendapat penanganan sekaligus mengetahui ada atau tidaknya dampak terhadap lingkungan di sekitar kawasan Pelabuhan Benete. (Gbw)