Sumbawa Barat, GaungNUSRA
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, memperkuat layanan kesehatan bergerak melalui peluncuran Siaga Prima KSB dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Ambulans Satu Komando. Sistem tersebut menghubungkan layanan TRC Ambulans Puskesmas dengan Aplikasi KSB Maju untuk mempercepat respons petugas ketika masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan.
Bupati Sumbawa Barat, H Amar Nurmansyah ST MSi, meluncurkan program tersebut di Aula Lantai 3 Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat, Selasa (1/9). Peluncuran itu sekaligus menandai penguatan layanan TRC Ambulans Puskesmas yang telah berjalan sejak Mei 2025.
Hingga 31 Agustus 2026, TRC Ambulans Puskesmas telah memberikan 28.672 layanan kepada masyarakat melalui 10 Puskesmas di Kabupaten Sumbawa Barat. Data tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang cepat dan mudah dijangkau.
Melalui penguatan sistem satu komando, pemerintah daerah ingin memastikan petugas dapat merespons laporan masyarakat secara lebih cepat. Tim TRC tidak hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan, tetapi juga bergerak menuju lokasi warga yang membutuhkan pelayanan.
Bupati mengapresiasi kinerja tim TRC Ambulans Puskesmas yang selama ini aktif mendatangi masyarakat. Menurutnya, pola pelayanan kesehatan harus mengikuti kebutuhan warga dengan mendekatkan layanan langsung ke tempat masyarakat berada.
“Dulu kita minta mendekati puskesmas, sekarang mendekatinya kita ke rumah-rumah,” ujar Bupati saat kegiatan tersebut.
Bupati menjelaskan, pemerintah daerah membangun penguatan layanan melalui tiga unsur utama Siaga Prima KSB, yakni Siaga Data, Siaga Sistem, dan Siaga Layanan. Ketiga unsur tersebut menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan kesehatan yang lebih cepat, terkoordinasi, dan berbasis data.
Pada aspek Siaga Data, pemerintah daerah mendorong pemanfaatan data kesehatan secara lebih terintegrasi. Data pasien dari berbagai fasilitas kesehatan diarahkan untuk terhubung sehingga petugas dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan ketika menangani pasien.
Integrasi data juga mendukung proses rujukan antarfasilitas kesehatan. Ketika pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, petugas dapat mempercepat koordinasi dengan fasilitas kesehatan tujuan berdasarkan informasi yang tersedia dalam sistem.
Sementara itu, Siaga Sistem diarahkan untuk memperkuat koordinasi layanan melalui satu sistem yang terhubung. Pemerintah daerah mengintegrasikan TRC Ambulans Puskesmas dengan Aplikasi KSB Maju agar proses pemantauan dan penanganan laporan dapat berjalan dalam satu mekanisme.
Melalui sistem tersebut, koordinasi antarpetugas dan fasilitas kesehatan dapat dilakukan secara lebih cepat. Informasi mengenai kebutuhan pelayanan juga dapat diteruskan kepada tim yang berada di lapangan sehingga respons dapat segera dilakukan.
Penguatan juga menyentuh kapasitas sumber daya manusia. Pemerintah daerah memberikan pelatihan kepada petugas untuk meningkatkan kemampuan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan dan menangani pasien di lapangan.
Sejumlah petugas mengikuti pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) dan Wound Care. Pelatihan tersebut membekali petugas dengan kemampuan yang dibutuhkan dalam memberikan pertolongan dan perawatan awal sebelum pasien mendapatkan penanganan lanjutan di fasilitas kesehatan.
Dalam kegiatan yang sama, pemerintah daerah juga memberikan penghargaan kepada peserta terbaik pelatihan serta para pemenang Lomba TRC Ambulans Puskesmas Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja dan kompetensi petugas yang menjalankan layanan kesehatan bergerak di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat.
Dengan penguatan Siaga Prima KSB dan TRC Satu Komando, layanan ambulans Puskesmas kini diarahkan untuk bekerja dalam sistem yang lebih terintegrasi. Tim di lapangan tetap menjadi ujung tombak ketika masyarakat membutuhkan respons kesehatan di luar fasilitas pelayanan. (Gad/Hms)