PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Sekda Sumbawa Dorong Potensi Daerah Jadi Kekuatan Ekonomi

Pemerintah Kabupaten Sumbawa mendorong pengelolaan seluruh potensi daerah secara terpadu, agar mampu menjadi kekuatan ekonomi dan memberikan manfaat lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.

E
Penulis Editor
Tanggal 29 Sep 2026, 12:23 WITA
 Sekda Sumbawa Dorong Potensi Daerah Jadi Kekuatan Ekonomi
Sekda Sumbawa, Dr. H. Budi Prasetiyo, S.Sos., M.A.P., menekankan pentingnya integrasi seluruh potensi daerah—mulai dari pangan, kelautan, pariwisata, hingga pertambangan—dalam Dialog Kedaerahan di Universitas Samawa (UNSA)

Sumbawa Besar, GaungNUSRA

Pemerintah Kabupaten Sumbawa mendorong pengelolaan seluruh potensi daerah secara terpadu, agar mampu menjadi kekuatan ekonomi dan memberikan manfaat lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Dr H Budi Prasetiyo SSos MAP, mengatakan Sumbawa memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk memperkuat perekonomian daerah. Pemerintah perlu mengoptimalkan potensi tersebut melalui kebijakan yang terarah dan melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Hal itu disampaikan Sekda, dalam Dialog Kedaerahan bertema “Sumbawa Hari Ini Menuju Sumbawa Masa Depan: Meneropong dan Mengoptimalkan Potensi Daerah untuk Kesejahteraan Masyarakat” di Auditorium Universitas Samawa, Minggu (27/9).

Dialog tersebut mempertemukan unsur pemerintah, legislatif, perguruan tinggi, organisasi kemahasiswaan, dunia usaha, serta sektor pertanian. Wakil Rektor III Universitas Samawa, jajaran pengurus dan anggota Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Samawa, serta Himpunan Mahasiswa Islam turut mengikuti kegiatan tersebut.

Sekda mengatakan forum kedaerahan tidak cukup hanya menjadi ruang bertukar pandangan. Ia berharap dialog tersebut melahirkan gagasan yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan arah pembangunan Sumbawa.

“Potensi-potensi Sumbawa harus dikelola untuk menyejahterakan masyarakat. Bagaimana seluruh potensi itu dapat memberikan manfaat dan menghasilkan masyarakat yang bahagia,” ujarnya.

Menurut Sekda, sektor pangan menjadi salah satu kekuatan utama Sumbawa. Selain itu, daerah memiliki potensi besar pada sektor kelautan dan perikanan. Pemerintah juga dapat memperkuat kedua sektor tersebut melalui pengembangan pariwisata dan pengelolaan pertambangan.

Sekda mendorong pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, pelaku usaha, dan masyarakat melihat seluruh potensi tersebut dalam satu kerangka pembangunan. Setiap sektor, kata dia, perlu saling menguatkan sehingga pertumbuhan ekonomi tidak berjalan secara parsial.

Ia juga berharap gagasan yang lahir dalam dialog tersebut dapat memperkaya perspektif pemerintah dalam merancang pembangunan daerah. Menurutnya, Sumbawa membutuhkan gagasan yang berangkat dari kondisi dan kebutuhan masyarakat sendiri.

Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Andi Rusni SE SH MM, mengatakan setiap elemen masyarakat memiliki ruang pengabdian yang berbeda. Namun, seluruhnya memiliki tujuan yang sama dalam mendorong pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Andi menilai mahasiswa memiliki posisi penting dalam mengawal perjalanan pembangunan daerah. Ia meminta mahasiswa mempertahankan sikap kritis ketika melihat berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Mahasiswa harus tetap kritis. Salah satu tulang punggung demokrasi adalah mahasiswa yang kritis. Kritik dan argumentasi yang kuat tumbuh dari data dan dokumen,” katanya.

Ia mendorong mahasiswa membangun argumentasi berdasarkan data dan dokumen yang dapat dipertanggungjawabkan. Dengan cara itu, kritik mahasiswa dapat menjadi masukan dalam proses penyusunan kebijakan dan pembangunan daerah.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Samawa, Dr Juanda SS MPd CEdl CCS, menyoroti peran pendidikan dalam membentuk arah perubahan masyarakat.

Juanda mengingatkan bahwa pendidikan memiliki sejarah panjang dalam membentuk struktur sosial. Pada masa kolonial, pendidikan pernah digunakan untuk membedakan kelompok masyarakat. Kondisi tersebut, menurut dia, menjadi pelajaran agar pendidikan saat ini justru membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat.

Ia mendorong pendidikan menjadi instrumen yang mampu memperluas akses kemajuan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sumbawa.

Juanda juga meminta HMI mempertahankan independensi organisasi dalam menjalankan fungsi intelektual dan menyampaikan gagasan di tengah masyarakat.

Dari perspektif dunia usaha dan pengelolaan sumber daya alam, Manager Eksternal PT Amman Mineral Nusa Tenggara, H Ahmad Salim ST MM, mengingatkan bahwa sektor pertambangan memiliki keterbatasan waktu karena sumber daya mineral tidak dapat diperbarui.

Menurutnya, tantangan Sumbawa tidak hanya terletak pada bagaimana mengelola sumber daya mineral, tetapi juga bagaimana memanfaatkan sektor pertambangan untuk memperkuat sektor ekonomi lainnya.

Ia mendorong pemerintah dan masyarakat menyiapkan generasi yang mampu mengawal pengelolaan sumber daya alam secara baik. Tata kelola yang kuat diperlukan agar aktivitas pemanfaatan sumber daya alam memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian daerah.

“Perangkat tata kelola SDA telah tersedia. Tugas kita memastikan perangkat tersebut dipergunakan dengan semestinya,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Samawa, Yadi Hartono SP MSi, menekankan pentingnya memperhatikan kepentingan generasi mendatang dalam setiap kebijakan pengelolaan sumber daya alam.

Yadi mengatakan pembangunan saat ini perlu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya dan keberlanjutan lingkungan. Ia meminta pengelolaan sumber daya alam tidak hanya mengejar manfaat ekonomi jangka pendek.

Yadi juga mendorong penerapan konsep ekonomi sirkular dalam pengelolaan sumber daya mineral. Menurutnya, hasil eksploitasi mineral perlu dikonversi menjadi kekuatan ekonomi yang mampu memperkuat ekonomi lokal dan ketahanan sosial.

“Jangan sampai biaya ekologis dibebankan kepada generasi selanjutnya,” tegasnya.

Dialog Kedaerahan tersebut juga membahas keterkaitan antara sektor pemerintahan, legislatif, pendidikan, dunia usaha, pertanian, serta pengelolaan sumber daya alam dalam menentukan arah pembangunan Sumbawa.

Para peserta menyampaikan berbagai pandangan mengenai pengelolaan potensi daerah, penguatan sumber daya manusia, tata kelola sumber daya alam, serta peran generasi muda dalam mengawal pembangunan Sumbawa. (Gad/Hms)



Bagikan Berita Ini: