Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Pembangunan fisik sarana dan prasarana Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Labuhan Sangoro Kecamatan Maronge, kini memasuki tahap akhir. Pemerintah Kabupaten Sumbawa, mencatat progres pekerjaan telah mencapai sekitar 96 persen dan menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada akhir September 2026.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbawa melalui Kepala Bidang Perikanan Tangkap, H Burhanuddin SPi, mengatakan, pemerintah optimistis kontraktor dapat menyelesaikan seluruh pekerjaan tepat waktu. Saat ini, pekerja tinggal menyelesaikan sejumlah pekerjaan akhir, termasuk finishing dan pembersihan kawasan.
“Seluruh pekerjaan fisiknya telah diselesaikan dengan baik. Kini tinggal sedikit pekerjaan finishing dan pembersihan,” ujar Burhanuddin.
Pembangunan sarana dan prasarana KNMP Labuhan Sangoro menggunakan anggaran pemerintah pusat sebesar Rp11.103.880.000. Pemerintah mengalokasikan anggaran tersebut untuk mendukung pembangunan KNMP tahap kedua tahun anggaran 2025/2026 dengan skema tahun jamak atau multiyears.
Burhanuddin menjelaskan, pemerintah melaksanakan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kontrak. Berdasarkan hasil pemantauan terakhir, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 96 persen.
Kontraktor pelaksana, PT Tolping Jaya, mulai mengerjakan proyek tersebut berdasarkan kontrak yang ditandatangani pada 19 Desember 2025. Kontrak menggunakan sistem multiyears sehingga pelaksanaan pekerjaan berlangsung dalam periode lebih dari satu tahun anggaran.
“Dari hasil monitoring dan evaluasi yang kami lakukan, progres fisiknya sudah mencapai sekitar 96 persen. Kami optimistis paling tidak akhir September 2026 pekerjaan sudah selesai dan dapat dituntaskan dengan baik,” kata Burhanuddin.
Pembangunan KNMP Labuhan Sangoro mencakup berbagai sarana dan fasilitas yang menunjang aktivitas nelayan. Pemerintah mengerjakan sejumlah fasilitas mulai dari pekerjaan persiapan hingga pembangunan sarana pelayanan dan pendukung kegiatan perikanan.
Pekerjaan tersebut antara lain meliputi dinding penahan tanah, shelter pendaratan ikan, pondasi gudang beku portabel, pondasi pabrik es portabel, area parkir, serta shelter coklat box.
Proyek juga mencakup pembangunan kios pembekalan, bengkel nelayan, kantor pengelola, toilet umum, tangki air dan sumur bor. Kontraktor turut mengerjakan penerangan kawasan untuk mendukung aktivitas masyarakat di lingkungan KNMP.
Di sisi lain, pembangunan fasilitas lingkungan mencakup tempat pembuangan sampah, bangunan gebetan, jalan lingkungan dan saluran, serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Biotech.
Kontraktor juga membangun gapura dan pos jaga sebagai bagian dari fasilitas kawasan. Pekerjaan lainnya meliputi levelling lahan, pagar kawasan, balai pertemuan nelayan, serta bangunan pemasaran ikan.
Burhanuddin mengatakan, sebagian besar pekerjaan utama telah selesai. Pekerja kini memusatkan perhatian pada pekerjaan finishing dan pembersihan di sejumlah titik kawasan sebelum proyek memasuki tahap akhir penyelesaian.
Pemerintah daerah terus memantau pekerjaan tersebut agar kontraktor menyelesaikan seluruh item sesuai spesifikasi dan ketentuan kontrak yang telah ditetapkan. (Gad)