Sumbawa Barat, GaungNUSRA
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), menyiapkan inovasi layanan kependudukan untuk mempercepat pembaruan data warga. Melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Pemkab KSB menyiapkan Sistem Layanan Informasi (SALAM) KSB Maju, untuk menghubungkan perubahan kondisi penduduk di lapangan dengan administrasi kependudukan pemerintah.
Pemkab KSB mengembangkan sistem tersebut karena kondisi penduduk terus mengalami perubahan. Warga meninggal, berpindah domisili, maupun mengalami perubahan status kependudukan. Namun, perubahan tersebut tidak selalu langsung tercatat dalam administrasi pemerintah.
Kondisi itu dapat menimbulkan perbedaan antara data kependudukan yang tersimpan dalam sistem dengan kondisi sebenarnya di tengah masyarakat. Karena itu, Dukcapil KSB mendorong mekanisme pembaruan data yang lebih cepat dan aktif.
Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dinas Dukcapil Sumbawa Barat, Adi Sosiawan mengatakan pemerintah harus terus memperbarui data kependudukan. Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan pencatatan awal ketika warga membuat dokumen administrasi kependudukan.
“Data kependudukan harus terus kita perbarui. Salah satu contohnya, orang yang sudah meninggal masih tercatat di Kartu Keluarga,” kata Adi, Rabu (9/9).
Melalui SALAM KSB Maju, petugas akan menghimpun informasi mengenai perubahan kondisi penduduk dari lapangan. Petugas kemudian memasukkan informasi tersebut ke dalam sistem sehingga pemerintah dapat memantau perubahan data secara lebih cepat.
Mekanisme tersebut memungkinkan pemerintah melakukan pemutakhiran data tanpa harus menunggu seluruh warga datang melapor ke kantor Dukcapil. Aparatur di tingkat desa juga memiliki peran dalam menyampaikan perubahan data penduduk di wilayah masing-masing.
Perpindahan domisili menjadi salah satu perubahan data yang mendapat perhatian. Ketika warga berpindah tempat tinggal, petugas dapat menyampaikan informasi perpindahan tersebut kepada daerah tujuan.
Adi menjelaskan operator desa akan memasukkan informasi tersebut ke dalam SALAM KSB Maju. Proses itu membantu pemerintah memantau keberadaan warga sekaligus mengurangi potensi pencatatan ganda.
“Data warga pindah kita kirim ke daerah tujuan, lalu operator desa memasukkannya ke SALAM KSB Maju agar status keberadaan warga terus terpantau,” tutur Adi.
Selain mencatat warga yang meninggal dan berpindah domisili, sistem tersebut juga akan mengakomodasi informasi mengenai kelahiran penduduk baru. Dukcapil KSB melibatkan operator pada fasilitas pelayanan kesehatan dalam proses pencatatan awal.
Rumah sakit dan puskesmas dapat menjadi salah satu sumber informasi untuk mencatat kelahiran secara lebih cepat. Petugas kemudian mengintegrasikan informasi tersebut ke dalam proses administrasi kependudukan.
Pencatatan sejak awal akan membantu Dukcapil mencocokkan data ketika orang tua mengurus dokumen kependudukan anak, termasuk akta kelahiran. Pemerintah juga dapat mengurangi selisih antara jumlah penduduk yang tercatat dengan kondisi riil di lapangan.
SALAM KSB Maju tidak menggantikan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) yang digunakan dalam administrasi kependudukan. Pemkab KSB menempatkan SALAM sebagai sistem layanan lokal yang membantu menghubungkan informasi perubahan penduduk di lapangan dengan Dukcapil dan perangkat daerah terkait.
Sistem tersebut juga menyediakan dashboard untuk membantu petugas memantau perkembangan data. Dashboard itu memungkinkan operator melihat informasi perubahan penduduk berdasarkan data yang masuk dari lapangan.
Operator desa tetap menjalankan proses pembaruan data sesuai kewenangan masing-masing. Pemerintah desa menjadi salah satu unsur penting dalam memastikan informasi mengenai perubahan penduduk segera masuk ke dalam sistem.
Dukcapil KSB juga mendorong keterlibatan berbagai pihak agar pembaruan data tidak hanya mengandalkan satu sumber. Pemerintah ingin membangun alur informasi yang lebih cepat antara masyarakat, pemerintah desa, fasilitas kesehatan, Dukcapil, dan perangkat daerah.
Dengan mekanisme tersebut, perubahan data penduduk dapat segera ditindaklanjuti. Pemerintah juga dapat menggunakan data yang lebih mutakhir ketika memberikan pelayanan administrasi kepada masyarakat.
Saat ini, SALAM KSB Maju telah memasuki tahap persiapan sebelum peluncuran resmi. Pemkab KSB terus menyiapkan mekanisme operasional serta memastikan operator di tingkat desa dan fasilitas pelayanan kesehatan memahami penggunaan sistem tersebut. (Gbw)