PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

RSUD Asy-Syifa’ Jelaskan Penanganan Anak Penderita Hidrosefalus

Manajemen RSUD Asy-Syifa’ Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjelaskan riwayat pelayanan medis terhadap Nurhayati (9), anak asuh Panti Asuhan Baiti Nur Jannah Taliwang yang mengalami hidrosefalus dan epilepsi.

E
Penulis Editor
Tanggal 20 Aug 2026, 18:37 WITA
 RSUD Asy-Syifa’ Jelaskan Penanganan Anak Penderita Hidrosefalus
Tepis Isu Telantarkan Pasien Hidrosefalus & Epilepsi, RSUD Asy-Syifa’ KSB Tegaskan Penanganan Sesuai SOP

Sumbawa Barat, GaungNUSRA

Manajemen RSUD Asy-Syifa’ Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menjelaskan riwayat pelayanan medis terhadap Nurhayati (9), anak asuh Panti Asuhan Baiti Nur Jannah Taliwang yang mengalami hidrosefalus dan epilepsi.

Manajemen rumah sakit menegaskan tim medis telah memberikan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Rumah sakit juga memastikan ketersediaan obat yang dibutuhkan pasien melalui depo farmasi.

Keterangan tersebut disampaikan manajemen RSUD Asy-Syifa’ untuk meluruskan informasi yang beredar di media sosial terkait penanganan Nurhayati. Informasi yang beredar sebelumnya menyebut rumah sakit mengabaikan kondisi pasien hingga keluarga harus membawa pasien berobat ke luar daerah.

Direktur RSUD Asy-Syifa’ melalui Kepala Seksi Keperawatan, Su’ad SKeb, mengatakan tim medis telah menangani pasien sejak awal dan memberikan pelayanan rawat inap maupun kontrol secara berkala.

“Kami menangani pasien sejak awal. Stok obat epilepsi dan terapi pendukung di depo farmasi lengkap. Obat selalu tersedia sesuai dosis kontrol pasien,” tegas Su’ad, Rabu (19/8).

Berdasarkan rekam medis hingga 18 Mei 2026, Nurhayati menjalani pemeriksaan di Klinik Anak RSUD Asy-Syifa’. Saat pemeriksaan awal, tim medis menemukan kondisi fisik pasien stabil dan tidak menunjukkan gejala kejang.

Dokter kemudian menilai fasilitas pelayanan di RSUD Asy-Syifa’ masih dapat menangani kebutuhan pasien, terutama untuk pemberian obat dan fisioterapi. Tim medis tetap memantau kondisi pasien melalui pemeriksaan berkala.

Setelah menjalani pemeriksaan di Klinik Anak, pasien melanjutkan evaluasi di Poli Saraf RSUD Asy-Syifa’. Pada tahap tersebut, keluarga mengajukan permintaan rujukan untuk pemeriksaan lanjutan di luar daerah.

Dokter spesialis saraf, kemudian memproses permintaan tersebut melalui mekanisme rujukan berjenjang. Tim medis mengarahkan pasien ke RSUP Mataram untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan.

Pasien selanjutnya melanjutkan pemeriksaan dari RSUP Mataram ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah atau RSUP Sanglah Bali. Di rumah sakit tersebut, pasien menjalani konsultasi dengan dokter spesialis neurologi anak dan pemeriksaan electroencephalography (EEG).

Hasil pemeriksaan EEG pada 3 Agustus 2026 mengonfirmasi diagnosis epilepsi pada pasien. Setelah menerima hasil pemeriksaan tersebut, RSUD Asy-Syifa’ memastikan obat yang diresepkan rumah sakit rujukan tetap tersedia bagi pasien.

“Hasil EEG per 3 Agustus 2026 mengonfirmasi diagnosis epilepsi. Depo Farmasi RSUD Asy-Syifa’ menjamin ketersediaan terapi obat dari Bali tersebut,” jelas Su’ad.

Manajemen RSUD Asy-Syifa’ mengakui fasilitas kesehatan daerah belum memiliki dokter spesialis neurologi anak. Namun, rumah sakit tetap mengandalkan kolaborasi dokter spesialis anak dan dokter spesialis saraf untuk memberikan pelayanan kepada pasien.

Menurut Su’ad, keterbatasan dokter spesialis neurologi anak tidak berarti RSUD Asy-Syifa’ tidak dapat memberikan penanganan. Dokter spesialis anak dan dokter spesialis saraf tetap dapat melakukan pemeriksaan, penanganan awal, serta pemantauan kondisi pasien secara berkala.

“Bukan berarti kami tidak bisa menangani pasien. Dokter spesialis anak dan saraf kami selalu siap. Pasien sebenarnya bisa berobat berkala di sini tanpa kendala,” imbuhnya.

Saat ini, manajemen RSUD Asy-Syifa’ menunggu Surat Program Rujukan Balik (PRB) dari rumah sakit tempat pasien menjalani perawatan di Bali. Rumah sakit membutuhkan surat tersebut sebagai acuan resmi dalam melanjutkan terapi pasien di daerah.

Surat PRB juga akan membantu tim medis RSUD Asy-Syifa’ menyesuaikan pemberian obat, termasuk dosis dan tata laksana terapi sesuai rekomendasi dokter dari rumah sakit rujukan.

Su’ad meminta keluarga tetap melakukan kontrol secara rutin setelah pasien kembali ke KSB. Ia juga memastikan RSUD Asy-Syifa’ tetap menerima pasien untuk menjalani pemeriksaan dan pemantauan lanjutan.

“Pintu pelayanan RSUD Asy-Syifa’ selalu terbuka lebar. Kami mengimbau keluarga melakukan kontrol rutin sekembalinya ke daerah agar proses terapi tidak terputus,” pungkas Su’ad. (Gbw)



Bagikan Berita Ini: