PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

PWI Pusat Ingatkan Marwah Organisasi Wartawan KSB

Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masa bakti 2026–2029 resmi dilantik.

E
Penulis Editor
Tanggal 11 Sep 2026, 13:21 WITA
PWI Pusat Ingatkan Marwah Organisasi Wartawan KSB
Hardoni Odon Resmi Pimpin PWI Sumbawa Barat Periode 2026–2029, Tekankan Integritas dan Kebenaran Fakta di Era Digital

Sumbawa Barat, GaungNUSRA

Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) masa bakti 2026–2029 resmi dilantik. Pelantikan berlangsung di Aula Lantai 6 Gedung Kantor Pusat Bank NTB Syariah di Mataram, Kamis (10/9), sekaligus menjadi momentum penguatan kompetensi dan profesionalisme wartawan di daerah.

PWI KSB menggelar pelantikan tersebut dengan tema “Dedikasi dan Karya untuk Kemajuan Daerah”. Pengurus memanfaatkan rangkaian kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) serta Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI NTB sebagai momentum untuk mengukuhkan kepengurusan baru.

Hardoni Odon resmi memimpin PWI Kabupaten Sumbawa Barat setelah anggota memilihnya secara aklamasi. Ia menerima amanah tersebut bersama jajaran pengurus untuk menjalankan roda organisasi selama periode 2026–2029.
Dalam sambutannya, Hardoni menyampaikan apresiasi atas kebersamaan yang terus terjaga di internal PWI KSB. 
Ia menyebut organisasi tersebut mulai berdiri pada 2020 dengan 20 anggota dan terus berkembang seiring bertambahnya aktivitas jurnalistik serta kemitraan dengan berbagai pihak di daerah.

“Terpilihnya saya secara aklamasi menunjukkan kekeluargaan di PWI KSB. Tidak ada sekat antara ketua dan anggota. Kita semua adalah saudara yang harus saling menjaga dan bekerja bersama demi kemajuan organisasi,” kata Hardoni.Pemimpin Redaksi Kobarksb.com itu juga mengingatkan wartawan menghadapi tantangan besar pada era digital. Perkembangan media sosial membuat arus informasi bergerak semakin cepat, tetapi kecepatan tersebut tidak selalu berjalan seiring dengan akurasi dan verifikasi.

Hardoni meminta wartawan PWI menempatkan verifikasi fakta sebagai prioritas ketika memproduksi berita. 
Ia menilai kepercayaan publik menjadi modal utama media dan wartawan ketika masyarakat menghadapi derasnya informasi, rumor, serta kabar bohong.

“Di tengah gempuran rumor dan hoaks, tugas kita adalah memastikan fakta. Pertanyaannya bukan lagi siapa yang nomor satu menayangkan berita, tetapi siapa yang paling dipercaya publik,” tegasnya.
Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin, mengapresiasi langkah pengurus PWI KSB yang memanfaatkan rangkaian OKK dan UKW di Mataram untuk melaksanakan pelantikan kepengurusan di daerah.

Menurut Ikliluddin, pelantikan pengurus membawa tanggung jawab yang lebih besar bagi setiap anggota. Pengurus harus menjaga organisasi sekaligus meningkatkan kemampuan wartawan agar mampu menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.

“Amanah ini bukan sekadar jabatan, melainkan panggilan pengabdian. Tugas utama kita ke depan adalah terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme anggota,” ujar Ikliluddin.

General Manager Radar Lombok tersebut juga meminta PWI KSB memperkuat koordinasi dengan PWI NTB. Ia mendorong kedua kepengurusan menjalankan program secara selaras sehingga pembinaan anggota dan kegiatan organisasi dapat berjalan lebih terarah.

Sementara itu, Wakil Ketua PWI Pusat Bidang OKK, Joko Tetuko, mengingatkan pengurus dan anggota PWI KSB agar menjaga integritas dalam menjalankan profesi jurnalistik. Ia menilai wartawan memiliki posisi penting dalam mengawal berbagai potensi dan perkembangan pembangunan di daerah.

Joko secara khusus menyoroti kekayaan alam yang dimiliki Sumbawa Barat. Menurutnya, potensi sumber daya alam tersebut harus mendapatkan perhatian publik dan pengawasan bersama agar pemanfaatannya tetap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia meminta wartawan menjalankan fungsi kontrol sosial dengan tetap berpegang pada kode etik jurnalistik dan nilai-nilai Pancasila. Menurut Joko, wartawan tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga harus menjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat.

“Menjaga amanah dan marwah organisasi itu tidak mudah. Wartawan memiliki kode etik dan Pancasila sebagai pegangan. Pada era banjir informasi, PWI KSB harus menjadi penerang dan jembatan terpercaya antara pemerintah dan masyarakat,” pesan Joko. 

Pengurus Inti PWI KSB periode 2026–2029 terdiri dari Ketua Hardoni, Sekretaris Khairuddin, dan Bendahara Dewi Setyawati; Seksi Wartawan Olahraga diketuai Hairil W Zakariah dengan Sekretaris Ishak dan Anggota Dendi; Seksi Pendidikan diketuai Abdul Faruk dengan Sekretaris Ardianto; Seksi Kesejahteraan Wartawan diketuai Heri Andi dengan Sekretaris Abdul Rozak; Seksi Organisasi diketuai Hendra Ardiansyah dengan Sekretaris Iwan Fardiansyah; Seksi Hubungan Antar Lembaga diketuai Ibrahim dengan Sekretaris Joni Ade Pratama; Seksi Advokasi dan Pembelaan Wartawan diketuai Unang Silatang dengan Sekretaris Imam Taufik; serta Seksi Dokumentasi dan Publikasi diketuai Sutan Zaetul Ikhlas dengan Sekretaris Nanang Kurniawan.(Gbw)

Bagikan Berita Ini: