PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Pulang Cek Kejiwaan, Warga Alas Ditemukan Gantung Diri

Warga Dusun Kramat Desa Tarusa Kecamatan Buer, Rabu (8/4) siang gempar. Seorang pria berinisial AM (35), warga Desa Baru Kecamatan Alas, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan, di dalam rumah orang tuanya.

E
Penulis Editor
Tanggal 09 Apr 2026, 15:09 WITA
 Pulang Cek Kejiwaan, Warga Alas Ditemukan Gantung Diri
EVAKUASI -- Polisi saat mengevakuasi jenazah AM, warga Desa Baru Kecamatan Alas yang ditemukan gantung diri di rumah orang tuanya.

Buer, GaungNUSRAonline 

Warga Dusun Kramat Desa Tarusa Kecamatan Buer, Rabu (8/4) siang gempar. Seorang pria berinisial AM (35), warga Desa Baru Kecamatan Alas, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan, di dalam rumah orang tuanya.

​Kapolres Sumbawa melalui Kapolsek Buer, Iptu Totok Ari Suwondo SH, membenarkan adanya peristiwa penemuan mayat tersebut. Menurutnya, jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 12.30 Wita oleh pihak keluarga dan saksi setempat.

​"Korban ditemukan dalam posisi tergantung menggunakan tali nilon berwarna biru pada kayu plafon rumah milik orang tuanya, di RT 03 RW 05 Dusun Kramat," ujar Totok.

Ia memaparkan, kronologi penemuan ini bermula saat ayah korban, Kamaruddin (56), merasa curiga karena sang anak sudah beberapa hari tidak terlihat. Mengingat kondisi korban yang belakangan sering mengamuk tanpa alasan yang jelas, sang ayah merasa khawatir dan meminta bantuan warga sekitar, Ragiel Fauzi (35), untuk mengecek ke dalam rumah.

​"Sekitar pukul 12.30 Wita, tepat setelah salat Dzuhur, saksi masuk ke dalam rumah dan mendapati korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Pihak saksi kemudian langsung menghubungi Polsek Buer," urainya.

​Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Buer segera meluncur ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi juga telah berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Polres Sumbawa, guna memastikan tidak adanya unsur kekerasan lain dalam kejadian tersebut.

Totok memaparkan, ​dari hasil pemeriksaan medis awal di lokasi, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar dua hingga tiga hari sebelum ditemukan. Hal ini sinkron dengan catatan medis dari Puskesmas Alas, yang menunjukkan bahwa korban sempat datang berobat terkait masalah kejiwaan, Sabtu 4 April 2026 lalu.

​"Keluarga korban sudah menerima kejadian ini sebagai musibah dan mengikhlaskan kepergian korban. Pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi yang dituangkan dalam berita acara resmi," tambah Totok.

​Usai dilakukan proses identifikasi dan olah TKP, pihak kepolisian segera menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman. Situasi di lokasi kejadian terpantau kondusif, meski kerumunan warga sempat memadati sekitar rumah duka, karena terkejut dengan peristiwa tersebut. (Gar)



Bagikan Berita Ini: