Sumbawa Besar, GaungNusra
Pelaksanaan empat paket proyek pembangunan sarana dan prasarana air minum di Kabupaten Sumbawa yang bersumber dari APBN 2026 berjalan sesuai rencana. Hingga awal Oktober 2026, progres fisik sejumlah proyek tersebut telah mencapai kisaran 45 hingga 47 persen.
Direktur Utama Perumdam Batulanteh Sumbawa H Abdul Hakim SE, mengatakan empat paket proyek dengan total pagu anggaran sekitar Rp48 miliar tersebut merupakan program Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
“Pekerjaannya berjalan baik atau on track, dengan progres fisik mencapai 45 sampai 47 persen,” ujar Abdul Hakim, Rabu (7/10).
Ia menjelaskan, empat paket proyek tersebut diperoleh melalui Kementerian PU, masing-masing melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA), BPBPK, dan BBWS.
Salah satu proyek yang tengah dikerjakan adalah optimalisasi SPAM Semongkat, meliputi rehabilitasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kantor Pusat Perumdam Batulanteh di Desa Pungka, Kecamatan Unter Iwes, pembangunan sejumlah fasilitas pendukung, serta penggantian jaringan pipa distribusi sepanjang 6 kilometer.
Jaringan tersebut meliputi wilayah PPN Bukit Permai sepanjang 2,5 kilometer dan jalur Moyo Hilir menuju Moyo Utara sepanjang 3,5 kilometer.
Proyek yang menelan anggaran APBN 2026 sebesar Rp19,3 miliar melalui Kementerian PU Dirjen Cipta Karya-Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) NTB itu dikerjakan PT Duta Abadi dengan masa kontrak 225 hari, mulai Mei hingga Desember 2026.
“Saat ini progres fisiknya telah mencapai sekitar 45 persen. Untuk pembenahan jaringan distribusi sepanjang 6 kilometer sudah tuntas 100 persen,” jelasnya.
Sementara itu, kontraktor pelaksana kini tengah mengejar penyelesaian pekerjaan fisik IPA berkapasitas 2 x 50 liter per detik (LPS), bangunan ruang operator, serta rumah kimia.
“Kami optimistis seluruh pekerjaan dapat dituntaskan hingga Desember mendatang,” ujarnya.
Untuk paket pembangunan jaringan distribusi utama di jalan akses Bendungan Beringin Sila Utan serta penambahan sambungan rumah di wilayah layanan Utan dan Alas Marente dengan pagu anggaran Rp8,9 miliar, progres fisiknya juga telah mencapai sekitar 47 persen.
Begitu pula paket optimalisasi SPAM Marente berupa rehabilitasi instalasi pengolahan air Marente untuk wilayah layanan Kecamatan Alas dengan nilai anggaran Rp900 juta, yang berjalan dengan progres sekitar 47 persen.
Sementara paket optimalisasi intake dan jaringan pipa transmisi Semongkat sepanjang 5,5 kilometer dengan pagu anggaran Rp20 miliar dari BBWS Dirjen SDA Kementerian PU masih dalam proses pengerjaan. Pekerjaan lapangan terus digenjot untuk mengejar target penyelesaian.
Abdul Hakim berharap keberadaan empat paket proyek tersebut dapat memperkuat operasional Perumdam Batulanteh sekaligus meningkatkan ketersediaan pasokan air dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Dengan adanya empat paket proyek yang dikerjakan tahun ini, diharapkan ke depan dapat menunjang kegiatan operasional dan memberikan kontribusi dalam memperlancar ketersediaan pasokan air serta memberikan layanan yang lebih baik,” pungkasnya. (Gad)