Sumbawa Besar, GaungNUSRA Online
Sebanyak 41 petambak tradisional di Dusun Omo Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara, mengikuti kegiatan Transfer Teknologi Budidaya Cerdas Iklim Udang Tradisional Plus dengan energi surya terintegrasi nursery pond-Venambak. Kegiatan tersebut digelar sebagai upaya meningkatkan kapasitas petambak, dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sekaligus mendorong produktivitas budidaya udang yang berkelanjutan.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat SPi MT, dan dihadiri Kepala Desa Penyaring, jajaran Bidang Budidaya DKP Sumbawa, Kepala KUPT dan KTU UPT PISDKP Moyo, koordinator penyuluh, BPD, Babinsa Penyaring, serta tim Venambak.
Dari total peserta yang mengikuti pelatihan, delapan di antaranya merupakan perempuan petambak yang terlibat aktif dalam pengelolaan usaha tambak tradisional di wilayah tersebut.
Dalam kegiatan itu, para peserta mendapatkan materi dan pendampingan dari praktisi maupun akademisi yang memiliki pengalaman di bidang budidaya udang dan pengembangan teknologi perikanan berbasis adaptasi iklim.
Beberapa narasumber yang hadir di antaranya Ketua Forum Udang Indonesia, Ir Budhi Wibowo, dosen Universitas Muslim Indonesia Makassar, Ir Muhammad Saenong MP, serta Habib Aulia Rahman dari Venambak.
Para petambak tampak antusias mengikuti kegiatan, terutama saat Ir Muhammad Saenong membagikan pengalaman dan pengetahuannya selama hampir empat dekade berkecimpung di sektor pertambakan.
Selain transfer teknologi, kegiatan tersebut juga menjadi ajang sosialisasi lanjutan terkait proyek nursery pond Venambak yang akan segera diterapkan di wilayah tambak masyarakat.
Program tersebut ditargetkan mulai diuji coba pada Agustus 2026 dengan memanfaatkan tokolan hasil pembesaran dari nursery pond untuk dibudidayakan di tambak milik masyarakat.
Proyek nursery pond ini mendapat dukungan pendanaan dari Low Carbon Development Indonesia–Indonesia Trust Fund (LCDI-ITF), yang merupakan kolaborasi Pemerintah Indonesia melalui Bappenas dan Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO), serta dikelola oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup Kementerian Keuangan RI.
Program tersebut direncanakan berlangsung hingga lima tahun ke depan sebagai bagian dari pengembangan budidaya udang berbasis adaptasi perubahan iklim dan energi ramah lingkungan.
Kepala DKP Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat, menyampaikan apresiasi kepada Venambak yang telah memilih Kabupaten Sumbawa sebagai lokasi percontohan budidaya cerdas iklim.
Ia berharap program tersebut mampu meningkatkan pengetahuan petambak, memperkuat ketahanan usaha budidaya udang masyarakat, serta mendorong pengembangan sektor perikanan yang lebih modern dan berkelanjutan di Kabupaten Sumbawa. (Gad)