PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Pengadaan Bibit Ternak Sumbawa Tuntas Pekan Depan

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sumbawa memastikan pengadaan bibit ternak melalui program Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Sumbawa tahun anggaran 2026 segera rampung.

E
Penulis Editor
Tanggal 22 Sep 2026, 12:46 WITA
Pengadaan Bibit Ternak Sumbawa Tuntas Pekan Depan
DPKH Sumbawa Targetkan Pengadaan Bibit Ternak Program Pokir APBD 2026 Rp2,2 Miliar Tuntas Pekan Depan

 Sumbawa Besar, GaungNUSRA

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sumbawa memastikan pengadaan bibit ternak melalui program Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Sumbawa tahun anggaran 2026 segera rampung. DPKH menargetkan seluruh proses pengadaan yang masih tersisa dapat dituntaskan pada pekan depan.

Kepala DPKH Sumbawa, Saifuddin SP, mengatakan program bantuan bibit ternak yang bersumber dari APBD Sumbawa 2026 tersebut berjalan sesuai dengan perencanaan. Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp2,2 miliar untuk mendukung pengadaan dan penyaluran bibit ternak kepada kelompok petani peternak di sejumlah wilayah Kabupaten Sumbawa.

“Program pengadaan bibit ternak Pokir Dewan ini berjalan dengan baik. Kami optimistis seluruh prosesnya bisa dituntaskan pekan depan,” kata Saifuddin, Senin (21/9).

Menurut Saifuddin, program tersebut menyasar 31 kelompok petani peternak dengan total pengadaan mencapai 392 ekor ternak. Bantuan mencakup sejumlah jenis ternak, antara lain sapi, kambing, dan kerbau.

DPKH, kata dia, lebih dulu melakukan verifikasi terhadap kelompok calon penerima bantuan. Tim teknis turun melakukan verifikasi Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL) untuk memastikan kelompok penerima memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

Proses verifikasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan bantuan bibit ternak tepat sasaran. DPKH mencocokkan kondisi kelompok, kebutuhan ternak, serta lokasi pengembangan sebelum menetapkan penerima manfaat.

“Secara teknis, kelompok penerima manfaat sudah kami verifikasi melalui proses CPCL sesuai regulasi dan ketentuan yang berlaku. Kami ingin memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Saifuddin menjelaskan, sebagian besar pengadaan bibit ternak telah selesai dan didistribusikan kepada kelompok penerima manfaat. Salah satunya pengadaan 153 ekor sapi betina dengan ukuran 100 sentimeter yang dilaksanakan CV Rio.

Pengadaan 153 ekor sapi tersebut masuk dalam Proyek Strategis Daerah (PSD). DPKH telah menyelesaikan proses pengadaan sekaligus mendistribusikan seluruh bibit sapi kepada kelompok petani peternak yang telah ditetapkan sebagai penerima.

Selain itu, pengadaan 25 ekor sapi betina ukuran 106 sentimeter untuk dua kelompok juga telah selesai. Pengadaan tersebut dilaksanakan CV Cahaya Mulia dan telah mencapai realisasi 100 persen.

Pengadaan 15 ekor sapi betina ukuran 110 sentimeter untuk dua kelompok yang dilaksanakan CV Rio juga telah rampung. DPKH mencatat seluruh bibit sapi dalam paket tersebut telah terealisasi dan didistribusikan kepada kelompok penerima.

Untuk komoditas kambing, pengadaan 17 ekor kambing jantan yang dilaksanakan UD Bukit Indah juga telah selesai. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kelompok peternak di Unter Malang.

DPKH juga telah merampungkan sejumlah paket pengadaan lainnya. Paket tersebut meliputi 143 ekor kambing betina, 23 ekor sapi jantan ukuran 105 sentimeter, serta 14 ekor sapi betina ukuran 104 sentimeter.

“Untuk pengadaan bibit kambing betina sebanyak 143 ekor, sapi jantan 105 sentimeter sebanyak 23 ekor, dan sapi betina 104 sentimeter sebanyak 14 ekor, semuanya sudah rampung,” jelas Saifuddin.

Dari keseluruhan paket pengadaan, kata Saifuddin, masih tersisa dua ekor bibit kerbau yang dalam proses penyelesaian. DPKH menargetkan pengadaan dua ekor kerbau tersebut selesai pada pekan depan.

“Untuk bibit kerbau sebanyak dua ekor masih dalam proses. Kami rencanakan pekan depan sudah bisa dituntaskan,” katanya.

Saifuddin berharap kelompok penerima segera mengembangkan bibit ternak yang telah mereka terima. Pemerintah daerah mendorong kelompok petani peternak memanfaatkan bantuan tersebut sebagai bagian dari pengembangan usaha peternakan di masing-masing wilayah.

“Diharapkan dengan adanya bantuan bibit ternak ini, kelompok petani peternak penerima manfaat dapat lebih mengembangkannya ke depan untuk meningkatkan kesejahteraan,” pungkasnya. (Gad)



Bagikan Berita Ini: