Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) resmi membuka Seleksi Pemuda Pelopor Desa Tingkat Kabupaten Sumbawa Tahun 2026 di Aula Kesbangpoldagri Kabupaten Sumbawa, Senin (13/7). Kegiatan tersebut diikuti 28 peserta dari berbagai kecamatan untuk memperebutkan kesempatan mewakili Sumbawa pada seleksi tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat hingga tingkat nasional.
Seleksi ini menjadi wadah bagi generasi muda yang memiliki jiwa kepeloporan, kepemimpinan, dan inovasi dalam mendorong pembangunan desa. Para peserta berkompetisi pada lima bidang kepeloporan, yakni kewirausahaan, lingkungan, seni budaya, ekonomi digital, dan sosial kemasyarakatan.
Ketua Panitia Pelaksana, Hj Nurwahidah SPd, mengatakan pelaksanaan seleksi merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan desa yang berkelanjutan. Menurutnya, kemajuan desa tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan potensi sumber daya alam, tetapi juga kualitas generasi mudanya.
"Lomba Pemuda Pelopor Desa menjadi wadah untuk menggali, mengembangkan, menjaring, membina, memfasilitasi, sekaligus memberikan apresiasi kepada pemuda yang memiliki kepeloporan, kepemimpinan, dan inovasi di berbagai bidang. Harapannya lahir pemuda pelopor yang mampu memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan bagi desa masing-masing," ujarnya.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan kegiatan mengacu pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, serta Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2011 tentang Pengembangan Kewirausahaan dan Kepeloporan Pemuda.
Selain sebagai bentuk penghargaan bagi pemuda berprestasi, kegiatan tersebut juga bertujuan mendorong lahirnya agen perubahan di desa, memperkuat kepemimpinan dan kewirausahaan pemuda, serta meningkatkan kesadaran terhadap potensi desa menuju kemandirian.
Sementara itu, Kepala Dispopar Kabupaten Sumbawa, Tata Kostara SSos, menegaskan seleksi Pemuda Pelopor bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan proses menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi motor penggerak pembangunan desa.
"Seleksi ini bukan hanya mencari sosok inspiratif, tetapi juga menyiapkan pemuda yang mampu membawa perubahan nyata. Kami ingin memastikan gagasan dan karya para peserta tidak berhenti sebagai ide, melainkan berkembang menjadi inovasi yang memberi manfaat bagi masyarakat," katanya.
Menurut Tata, pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan inovasi para peserta agar memiliki daya saing hingga tingkat provinsi dan nasional. Keberlanjutan program menjadi perhatian utama sehingga setiap karya yang lahir tidak berhenti setelah kompetisi berakhir.
Ia berharap peserta terbaik mampu mengharumkan nama Kabupaten Sumbawa pada ajang Pemuda Pelopor tingkat Provinsi NTB dan selanjutnya bersaing di tingkat nasional. Lebih dari itu, program kepeloporan diharapkan mampu membangun jejaring dan kolaborasi yang memperkuat pembangunan desa.
"Yang kita harapkan bukan hanya prestasi, tetapi juga terbentuknya jejaring, kolaborasi, dan kesinambungan program sehingga karya-karya pemuda Sumbawa menjadi bagian dari gerakan besar kepeloporan pemuda Indonesia," ujarnya.
Sebanyak 28 peserta mengikuti seleksi yang terbagi dalam lima kategori, yakni kewirausahaan lima peserta, lingkungan lima peserta, seni budaya tujuh peserta, ekonomi digital dua peserta, dan sosial kemasyarakatan sembilan peserta. Penilaian dilakukan berdasarkan aspek kepemimpinan, kreativitas, keuletan, serta dampak inovasi terhadap masyarakat oleh tim juri dari unsur akademisi, praktisi, dan Dispopar.
Pengumuman pemenang dijadwalkan berlangsung pada 14 Juli 2026 setelah seluruh peserta menyelesaikan tahapan presentasi inovasi dan wawancara. Pemenang akan mewakili Kabupaten Sumbawa pada Seleksi Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat. (Gac)