Sumbawa Besar, GaungNUSRA Online
Rencana pembangunan Batalyon Infanteri (Yonif) 16 Marinir di Kabupaten Sumbawa memasuki tahap realisasi. Pemerintah Kabupaten Sumbawa resmi menghibahkan lahan seluas sekitar 55 hektare kepada Korps Marinir TNI Angkatan Laut sebagai lokasi pembangunan markas dan fasilitas pendukung satuan tersebut.
Penandatanganan naskah hibah dan serah terima lahan dilakukan oleh Bupati Sumbawa, Ir H Syarafuddin Jarot MP, bersama Panglima Korps Marinir TNI AL, Letjen TNI Dr Endi Supardi SE MM, di Kantor Bupati Sumbawa, Selasa (9/6).
Lahan yang dihibahkan terdiri atas 20 hektare di kawasan Samota yang akan digunakan untuk pembangunan markas Yonif 16 Marinir dan 35 hektare di kawasan Teluk Santong yang diperuntukkan bagi pembangunan kompi komposit.
Bupati Sumbawa, Ir H Syarafuddin Jarot MP, menyampaikan bahwa pembangunan Yonif 16 Marinir merupakan langkah strategis yang tidak hanya memperkuat sistem pertahanan negara di Pulau Sumbawa, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah.
Menurutnya, kehadiran satuan Marinir akan memperkuat posisi Kabupaten Sumbawa sebagai wilayah yang memiliki peran penting dalam mendukung pertahanan kawasan Indonesia bagian tengah.
“Pemerintah Kabupaten Sumbawa sangat menyambut baik pembangunan Yonif 16 Marinir ini. Kami berharap dengan penyerahan lahan yang berada di kawasan Teluk Saleh ini, proses pembangunan dapat segera dimulai sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Bupati menjelaskan, terealisasinya pembangunan Yonif 16 Marinir merupakan hasil dari berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam memperjuangkan masuknya program-program strategis pemerintah pusat ke daerah.
Ia menyebutkan, dalam kurun waktu satu tahun terakhir sejumlah program nasional mulai hadir di Kabupaten Sumbawa, di antaranya pembangunan Yon TP 835 Samota di Kerekeh, Program Sekolah Rakyat, serta proyek hilirisasi unggas terintegrasi.
Menurutnya, masuknya berbagai program strategis tersebut akan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, serta penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.
“Masuknya berbagai program pusat ke Sumbawa akan memberikan dampak berantai bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah. Pembangunan markas Marinir ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa dengan pemerintah pusat. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan Sumbawa dapat menjadi basis pertahanan Marinir di Pulau Sumbawa,” katanya.
Sementara itu, Panglima Korps Marinir TNI AL, Letjen TNI Dr Endi Supardi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa atas dukungan dan komitmen yang diberikan dalam mendukung pembangunan satuan Marinir di daerah tersebut.
Ia menegaskan bahwa setelah proses hibah lahan rampung, pembangunan akan segera dimulai agar Yonif 16 Marinir dapat secepatnya beroperasi dan menjalankan tugas-tugas pertahanan.
“Setelah serah terima lahan ini, kita langsung gas untuk mulai membangun. Jangan ditunda. Harapan kami pembangunan bisa segera berjalan sehingga satuan ini dapat segera beroperasi,” tegasnya.
Menurut Endi Supardi, keberadaan Yonif 16 Marinir nantinya tidak hanya berfungsi memperkuat aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia menilai kehadiran satuan Marinir akan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mendukung pengembangan sektor pariwisata, serta membuka peluang aktivitas sosial kemasyarakatan yang lebih luas.
Selain memiliki kemampuan dan perlengkapan militer, Korps Marinir juga didukung berbagai fasilitas yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan kemanusiaan, pelayanan kesehatan, dan program sosial lainnya yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Usai penandatanganan hibah, Bupati Sumbawa bersama Panglima Korps Marinir TNI AL dan rombongan meninjau langsung lokasi pembangunan markas Yonif 16 Marinir di kawasan Samota. Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus menandai dimulainya tahapan pembangunan satuan Marinir yang diharapkan menjadi salah satu kekuatan strategis pertahanan negara di Pulau Sumbawa. (Gac/Hms)