Mataram, GaungNUSRA
Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram mulai melakukan evaluasi terhadap kondisi fisik sejumlah pasar tradisional sebagai langkah persiapan revitalisasi dan pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI) pasar rakyat. Evaluasi tersebut juga menjadi dasar dalam upaya meningkatkan kenyamanan pedagang serta mendorong kesejahteraan pelaku usaha di pasar tradisional.
Kepala Disdag Kota Mataram, H Irwan Harimansyah, mengatakan hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar pasar tradisional di wilayah tersebut membutuhkan perbaikan akibat faktor usia bangunan.
"Dari sejumlah pasar yang sudah kami evaluasi, kondisi fisiknya rata-rata membutuhkan revitalisasi karena faktor usia," ujar Irwan, Senin (20/7).
Ia menjelaskan, dari total 19 pasar tradisional yang berada di Kota Mataram, sejumlah pasar telah dikunjungi dan dievaluasi secara langsung. Beberapa di antaranya adalah Pasar Dasan Agung, Pasar ACC, Pasar Cakranegara, dan Pasar Kebon Roek.
Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, ditemukan sejumlah fasilitas pasar yang mengalami penurunan kondisi, seperti toilet, mushala, atap bangunan, serta beberapa bagian konstruksi yang mulai mengalami kerusakan.
Kerusakan fasilitas tersebut, kata Irwan, menjadi salah satu keluhan yang sering disampaikan para pedagang. Salah satu persoalan yang paling banyak dikeluhkan adalah kondisi atap pasar yang mengalami kebocoran saat musim hujan sehingga mengganggu aktivitas jual beli.
Disdag Kota Mataram telah melakukan pendataan terhadap berbagai kerusakan tersebut, lengkap dengan dokumentasi foto kondisi lapangan. Data tersebut akan menjadi bahan usulan penganggaran untuk pelaksanaan perbaikan pada tahun berikutnya.
"Untuk tahun ini, perbaikan pasar belum bisa kami lakukan karena adanya efisiensi anggaran," jelasnya.
Meski demikian, Irwan mengatakan, kerusakan ringan yang bersifat mendesak tetap dapat ditangani secara bertahap. Kepala pasar dapat melaporkan kondisi tersebut untuk dilakukan penanganan sementara sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.
Namun, untuk kerusakan dengan kategori besar yang membutuhkan biaya tinggi, Disdag akan mengusulkan dukungan anggaran kepada kepala daerah agar dapat dilakukan perbaikan secara menyeluruh.
Di tengah keterbatasan anggaran, Disdag Kota Mataram memastikan program perbaikan pasar tradisional tahun 2026 difokuskan pada Pasar Cakranegara dengan alokasi anggaran sekitar Rp900 juta.
"Perbaikan Pasar Cakranegara kami fokuskan pada penggantian atap karena kondisinya sudah rusak berat. Setiap hujan terjadi genangan air di area los pedagang," katanya.
Kerusakan atap tersebut berdampak terhadap aktivitas pedagang, khususnya yang berada di lantai dua. Sebagian pedagang memilih meninggalkan lapak karena kondisi pasar dinilai kurang nyaman ketika hujan turun.
Irwan menyebut, kondisi tersebut menyebabkan jumlah pedagang di Pasar Cakranegara mengalami penurunan hingga sekitar 50 persen dari jumlah awal yang mencapai kurang lebih 400 pedagang.
"Banyak pedagang yang berhenti berjualan karena masalah kebocoran. Saat hujan, air tidak hanya menetes, tetapi sampai menyebabkan genangan di area pasar," ungkapnya.
Melalui revitalisasi atap Pasar Cakranegara, Disdag Kota Mataram berharap kondisi pasar kembali nyaman dan aman bagi pedagang maupun pembeli. Perbaikan tersebut diharapkan mampu menarik kembali pedagang yang sebelumnya memilih pindah ke pasar lain, seperti Pasar Karang Seraye dan Pasar Sindu.
Selain memperbaiki fasilitas fisik, revitalisasi pasar tradisional juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan pasar rakyat yang memenuhi standar, bersih, nyaman, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. (Ant)