PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Muslimat NU Sumbawa Perkuat Konsolidasi dan Dorong Perlindungan Santri

Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sumbawa memperkuat konsolidasi organisasi

E
Penulis Editor
Tanggal 23 Oct 2026, 11:28 WITA
Muslimat NU Sumbawa Perkuat Konsolidasi dan Dorong Perlindungan Santri
Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) berpose usai kegiatan pengajian rutin yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Ya Maula, Labangka IV pada Kamis (22/10.

Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sumbawa memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mendorong peningkatan kepedulian terhadap kesehatan keluarga dan perlindungan anak melalui kegiatan pengajian rutin yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Santri Nasional, Kamis (22/10).

Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Ya Maula, Labangka IV, Kecamatan Labangka, tersebut diikuti jajaran pengurus PC dan PAC Muslimat NU se-Kabupaten Sumbawa. Agenda itu juga dirangkaikan dengan roadshow Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Nusa Tenggara Barat (NTB), literasi keuangan bersama Bank Syariah Indonesia (BSI), sosialisasi pencegahan stunting, serta edukasi pencegahan perundungan (bullying) terhadap santri.

Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Sumbawa, Dra Siti Animarwati MPdI, dalam sambutan yang dibacakannya menegaskan pentingnya memperkuat persaudaraan, kekompakan, dan sinergi antar-PAC untuk meningkatkan peran organisasi dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang pengajian dan silaturahmi, tetapi juga momentum untuk menyatukan langkah serta memperkuat komitmen kader dalam menjalankan pengabdian kepada agama, organisasi, dan masyarakat.

“Kekuatan Muslimat NU bukan hanya terletak pada struktur organisasi, tetapi juga pada persaudaraan, kebersamaan, keikhlasan, dan kekompakan seluruh kadernya,” demikian pesan Siti Animarwati dalam sambutannya.

Ia berharap konsolidasi yang dilakukan dapat memperkuat komunikasi antara PC dan PAC, sehingga setiap persoalan yang dihadapi pengurus di tingkat kecamatan dapat menjadi perhatian bersama. Sebaliknya, keberhasilan satu PAC diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh kader Muslimat NU di Kabupaten Sumbawa.

Melalui semangat kebersamaan, ia mengajak seluruh kader membangun Muslimat NU yang semakin solid, aktif, mandiri, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional, Siti Animarwati juga mengajak seluruh kader untuk meneruskan semangat perjuangan para ulama dan santri melalui pengabdian yang sesuai dengan tantangan zaman.

Menurutnya, perjuangan saat ini dapat diwujudkan melalui upaya menjaga akidah, membangun ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas pendidikan, menjaga kesehatan masyarakat, serta melindungi anak-anak dan santri.

Sementara itu, agenda roadshow PW Muslimat NU NTB diharapkan mampu memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kapasitas kader hingga tingkat PAC dan ranting, termasuk dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat melalui Desa Berdaya.

Selain penguatan organisasi, literasi keuangan bersama BSI menjadi salah satu agenda untuk meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, bijak, aman, produktif, dan sesuai dengan prinsip syariah.

Siti Animarwati menilai ketahanan keluarga tidak hanya ditopang oleh kekuatan iman dan kesehatan, tetapi juga kemampuan mengelola keuangan secara baik.

Pada sektor kesehatan, Muslimat NU turut menaruh perhatian terhadap upaya pencegahan stunting, khususnya melalui peningkatan pemahaman masyarakat mengenai gizi, pola asuh, kesehatan ibu dan anak, kebersihan lingkungan, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak masa kehamilan.

Sebagai organisasi perempuan yang dekat dengan keluarga dan masyarakat, Muslimat NU dinilai memiliki posisi strategis untuk membantu menyebarluaskan edukasi kesehatan hingga tingkat akar rumput.

“Pencegahan stunting harus dimulai sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan,” demikian salah satu penekanan dalam sambutan tersebut.

Tak kalah penting, kegiatan itu juga mengangkat edukasi pencegahan perundungan dan perlindungan terhadap santri. Siti Animarwati mengingatkan bahwa tindakan perundungan, baik berupa penghinaan, kekerasan fisik, pengucilan, maupun perkataan yang merendahkan, tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak panjang terhadap kondisi mental anak.

Karena itu, ia mengajak keluarga, pesantren, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, ramah anak, serta bebas dari kekerasan dan perundungan.

Ia juga menekankan pentingnya peran ibu dalam membentuk karakter generasi muda melalui pendidikan, keteladanan, dan penanaman nilai-nilai akhlak sejak dini.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, PC Muslimat NU Kabupaten Sumbawa berharap hubungan antara pengurus PC, PAC, dan seluruh kader semakin erat. Silaturahmi, menurutnya, perlu terus dirawat tidak hanya dalam kegiatan resmi, tetapi juga melalui kebiasaan saling membantu, mengunjungi, mendoakan, dan menguatkan.

“Persaudaraan adalah modal perjuangan kita, dan keikhlasan adalah ruh dari pengabdian kita,” menjadi pesan yang ditekankan dalam sambutan tersebut.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah bersama untuk memperkuat organisasi, meningkatkan kepedulian sosial, menjaga kesehatan keluarga, serta memastikan perlindungan terhadap anak dan santri menjadi tanggung jawab bersama keluarga besar Muslimat NU di Kabupaten Sumbawa. (Glu)

Bagikan Berita Ini: