PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Dua Tim SMA Dea Malela Raih Perunggu di Ajang Sains

Dua tim SMA Dea Malela, Pesantren Modern Internasional Dea Malela (PMI Dea Malela), Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

E
Penulis Editor
Tanggal 20 Oct 2026, 13:15 WITA
Dua Tim SMA Dea Malela Raih Perunggu di Ajang Sains
Harumkan Nama Daerah di UI, Santri SMA Dea Malela Sumbawa Raih Dua Medali Perunggu ISIF dan NSIF 2026

JAKARTA, GaungNUSRA

Dua tim SMA Dea Malela, Pesantren Modern Internasional Dea Malela (PMI Dea Malela), Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), berhasil meraih medali perunggu dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) dan National Science and Invention Fair (NSIF) 2026.

Kompetisi yang diselenggarakan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia bersama Indonesian Young Scientist Association (IYSA) itu berlangsung secara luring di Kampus Universitas Indonesia, Depok, pada 12–17 Oktober 2026.

Tim pertama yang berlaga pada ISIF tingkat internasional terdiri atas tiga santri kelas XI, yakni Aisyah Dhiyaul Birra, Izzati Abdurraimi, dan Winda Zainurraeni. Mereka mempresentasikan penelitian berjudul “Brikaroma Kemiri: Aromatic Briquettes Utilizing Lemongrass Essence and Candlenut Shell Waste as a Mosquito Repellent”.

Penelitian tersebut mengangkat pemanfaatan limbah cangkang kemiri dan ekstrak serai sebagai bahan briket aromatik yang berfungsi mengusir nyamuk.

Sementara itu, tim kedua yang mengikuti NSIF tingkat nasional beranggotakan Safira Maulida Ulya, Naillah Nuwayyar, dan Nurul Nazira, yang juga merupakan santri kelas XI. Mereka mengusung penelitian berjudul “Ecoaroma: Pemanfaatan Minyak Jelantah sebagai Lilin Aromaterapi dalam Mengurangi Limbah Rumah Tangga”.

Pembimbing Klub Peneliti Muda PMI Dea Malela, Indah Septi MPd, mengatakan kedua tim menjalani persiapan sekitar dua bulan sebelum mengikuti kompetisi tersebut.

“Walaupun dengan persiapan singkat sekitar dua bulan, namun anak-anak dapat menyelesaikan penelitian mereka dan alhamdulillah berprestasi di ajang ilmu dan teknologi tingkat internasional dan nasional,” ujarnya.

Menurut Indah, PMI Dea Malela yang dirancang dengan visi menyiapkan calon ilmuwan Muslim dan Muslimah menekankan pembelajaran kurikuler dan kokurikuler yang mengintegrasikan agama dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pendekatan tersebut turut mendorong santri untuk mengembangkan kemampuan akademik dan penelitian. Sejumlah alumni PMI Dea Malela kini melanjutkan pendidikan di berbagai universitas di Rusia, Amerika Serikat, Turki, China, Filipina, Malaysia, serta Universitas Al-Azhar di Mesir.

Direktur Urusan Pengajaran PMI Dea Malela, Roni Sabwan MPd, menyebut capaian di Universitas Indonesia tersebut menambah deretan prestasi santri SMA Dea Malela di bidang sains.

Sebelumnya, santri SMA Dea Malela juga berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu dalam ajang World Science Olympiad (WSO) di Denpasar, Bali, pada 2024 dan 2025.

Pendiri sekaligus Pengasuh PMI Dea Malela, Prof Dr M Din Syamsuddin, turut menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian para santri. Namun, ia mengingatkan agar prestasi tersebut tidak membuat mereka cepat berpuas diri.

“To be good is not good enough, why not the best. Be the best!” atau menjadi baik saja tidak cukup;mengapa tidak menjadi yang terbaik? Jadilah yang terbaik, pesannya.

Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para santri untuk terus mengembangkan penelitian, berinovasi, dan meningkatkan daya saing di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. (Gam)


 

Bagikan Berita Ini: