Mataram, GaungNUSRA
Mori Hanafi kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026-2030. Ia resmi menyerahkan berkas pendaftaran dan uang pendaftaran sebagai bakal calon ketua di Mataram, Selasa (11/8).
Mori menegaskan pencalonannya kali ini bukan sekadar untuk mempertahankan posisi sebagai Ketua KONI NTB. Ia ingin memastikan program yang telah berjalan selama empat tahun terakhir tetap berlanjut, terutama persiapan NTB menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
NTB bersama Nusa Tenggara Timur (NTT) dan DKI Jakarta menjadi bagian dari wilayah yang dipersiapkan untuk penyelenggaraan PON 2028. Mori menilai, proses persiapan yang telah berlangsung sejak 2022 tidak boleh terputus hanya karena terjadi pergantian kepengurusan.
Menurut dia, keberlanjutan menjadi salah satu alasan utama dirinya kembali maju dalam pemilihan Ketua KONI NTB periode 2026-2030. Ia ingin membawa persiapan yang telah dilakukan hingga tahap pelaksanaan PON sekaligus mengejar peningkatan prestasi atlet NTB.
Salah satu target yang ia usung adalah membawa NTB masuk lima besar nasional pada PON 2028.
Mori mengatakan target tersebut tidak muncul secara tiba-tiba. Menurut dia, target itu merupakan bagian dari perjalanan panjang pembinaan olahraga NTB yang mulai mendapatkan arah lebih jelas setelah NTB dan NTT ditetapkan sebagai calon tuan rumah PON 2028 dalam Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas) pada 13 September 2022.
“Saya memang ingin meneruskan apa yang sudah kami perjuangkan di awal terkait dengan NTB dan NTT akan menjadi tuan rumah PON tahun 2028. NTB dan NTT sudah ditentukan sejak tahun 2022,” ujar Mori.
Ia menilai status sebagai tuan rumah memberikan peluang besar bagi NTB untuk meningkatkan prestasi sekaligus memperkuat pembinaan cabang olahraga. Karena itu, persiapan tidak cukup hanya berfokus pada aspek penyelenggaraan. KONI NTB juga harus memastikan atlet dan cabang olahraga yang menjadi andalan daerah mampu bersaing di level nasional.
Mori menyebut kepengurusan KONI NTB selama empat tahun terakhir telah menjalankan berbagai persiapan menuju PON 2028. Persiapan tersebut, kata dia, tidak hanya menyangkut agenda pertandingan, tetapi juga pembinaan dan pemetaan kekuatan cabang olahraga.
Ia tidak ingin seluruh proses yang telah berjalan kembali ke titik awal ketika kepengurusan berganti.
“Perjuangan kepengurusan yang saat ini sebentar lagi akan berakhir ini sudah begitu panjang dalam rangka persiapan itu. Tentunya saya sebagai ketua saat ini yang sebentar lagi berakhir, mempunyai keinginan untuk melanjutkan apa-apa yang sudah kita persiapkan dalam empat tahun terakhir ini,” katanya.
Mori mengingat kembali perjalanan NTB sejak ditetapkan sebagai bagian dari tuan rumah PON 2028. Penetapan tersebut menjadi titik awal bagi daerah untuk menyusun berbagai persiapan, termasuk menyusun strategi pembinaan atlet dan cabang olahraga.
Menurut dia, waktu hampir empat tahun yang telah berlalu membuat persiapan PON 2028 tidak mungkin lagi dianggap sebagai rencana jangka panjang. Pelaksanaan pesta olahraga nasional tersebut semakin dekat sehingga seluruh program yang telah disusun harus segera diarahkan pada hasil yang terukur.
“Bayangkan, kita dinyatakan sebagai calon tuan rumah pada Musornas tahun 2022 tanggal 13 September. Jadi benar-benar sudah hampir empat tahun yang lalu. Kami sudah melangkah begitu jauh,” ucapnya.
Karena itu, Mori ingin melanjutkan pekerjaan tersebut apabila kembali mendapat kepercayaan memimpin KONI NTB. Ia menilai pergantian kepemimpinan seharusnya tidak menghambat program yang sudah berjalan, terutama program yang berkaitan langsung dengan persiapan PON.
Pencalonan Mori juga berlangsung ketika KONI NTB mulai memasuki tahapan pemilihan kepengurusan baru periode 2026-2030. Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI NTB telah membuka proses pendaftaran bakal calon ketua sebagai bagian dari tahapan menuju Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI NTB.
Mori menjadi salah satu nama yang kembali menyatakan kesiapannya memimpin organisasi olahraga tersebut. Dengan pengalaman memimpin KONI NTB selama periode sebelumnya, ia membawa agenda keberlanjutan sebagai salah satu alasan utama pencalonannya.
Bagi Mori, PON 2028 bukan hanya agenda olahraga. Momentum tersebut juga dapat menjadi kesempatan bagi NTB menunjukkan kapasitasnya sebagai daerah yang mampu menjadi tuan rumah sekaligus melahirkan prestasi.
Karena itu, ia ingin dua target berjalan beriringan. Di satu sisi, NTB harus mampu mendukung suksesnya penyelenggaraan PON 2028. Di sisi lain, atlet NTB harus mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meraih prestasi.
Target lima besar nasional menjadi salah satu ukuran yang ingin dicapai.
Untuk mewujudkan target tersebut, KONI NTB membutuhkan kerja bersama antara pengurus, cabang olahraga, atlet, pelatih, pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan olahraga. Persiapan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat, apalagi jika NTB ingin memperbaiki posisi prestasi dibandingkan ajang sebelumnya.
Mori menilai kesinambungan program akan membantu KONI NTB menjaga fokus tersebut. Program yang telah disusun selama empat tahun terakhir, menurut dia, harus dievaluasi, diperbaiki jika diperlukan, kemudian dilanjutkan agar persiapan tidak kembali dimulai dari awal.
Ia juga ingin menjadikan persiapan PON 2028 sebagai momentum untuk memperkuat sistem pembinaan olahraga di NTB. Menurut dia, keberhasilan menjadi tuan rumah akan lebih berarti jika meninggalkan warisan berupa peningkatan kualitas atlet, pelatih, sarana olahraga dan tata kelola pembinaan. (Gar/Hms)