PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Critical Mass Sumbawa, Puluhan Pesepeda Suarakan Hak Pengguna Jalan

Sejumlah pegiat sepeda yang tergabung dalam komunitas Gowes Night Ride Barengan (Gorengan) menggelar Critical Mass: Sepeda Massal Sumbawa, Jumat (25/9) malam.

E
Penulis Editor
Tanggal 26 Sep 2026, 05:28 WITA
Critical Mass Sumbawa, Puluhan Pesepeda Suarakan Hak Pengguna Jalan
BRIEFING-Pesepeda melakukan briefing sesaat sebelum memulai kegiatan Sepeda Massal

Sumbawa Besar, GaungNUSRA

Sejumlah pegiat sepeda yang tergabung dalam komunitas Gowes Night Ride Barengan (Gorengan) menggelar Critical Mass: Sepeda Massal Sumbawa, Jumat (25/9) malam.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda rutin komunitas Gorengan yang setiap Jumat malam menggelar kegiatan bersepeda bersama sebagai wadah bagi para pegiat untuk menyalurkan hobi sekaligus mempererat kebersamaan antar-pesepeda.

Namun, kegiatan Jumat malam kali ini dikemas berbeda dengan mengusung tema Critical Mass. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menyuarakan hak pesepeda sebagai salah satu pengguna jalan raya.

Sekitar 60 pesepeda dari berbagai latar belakang mengikuti kegiatan tersebut. Mereka bersepeda bersama mengitari sejumlah ruas jalan di Kota Sumbawa.

Pesepda menempuh jarak sekitar 15 kilometer dengan waktu tempuh 60 menit. Rute dimulai dari Tiang Besi Coffe yang berada di Jalan Garuda menuju utara melalui Jalan Samota, Jalan Cendrawasih, kemudian kembali ke Jalan Garuda dan bergerak ke arah selatan menuju Jalan Dr Cipto.

Rombongan selanjutnya melintasi Jalan Kartini, Jalan Hasanudin, Jalan Kerangka Baja, Panto Daeng, Kerato, sebelum kembali ke Jalan Garuda dan finis di Tiang Besi Coffee.

Pesepeda yang berada di garis depan dalam giat Critical Mass:Sepeda Massal Sumbawa ketika melintasi Jalan Kartini pada Jumat (25/9) malam.

Penggagas Komunitas Gorengan, Muhammad Taufan, mengatakan Critical Mass menjadi salah satu cara untuk menunjukkan keberadaan pesepeda sebagai bagian dari pengguna jalan.

“Pesepeda memiliki hak yang sama dengan pengendara kendaraan bermotor di jalan raya,” ujar Taufan.
Muhammad Taufan, salah satu penggagas Komunitas Gowes Night Ride Barengan (Gorengan)

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi aktivitas bersepeda bersama, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kesadaran bahwa jalan raya digunakan oleh berbagai kelompok pengguna jalan.

Berawal dari San Francisco

Critical Mass merupakan kegiatan bersepeda secara massal yang bermula di San Francisco, Amerika Serikat, pada 25 September 1992. Pada kegiatan pertamanya, puluhan pesepeda berkumpul dan bersepeda bersama melintasi jalan kota. Kegiatan tersebut awalnya dikenal dengan nama Commute Clot.

Gagasan di balik Critical Mass adalah membuat keberadaan pesepeda lebih terlihat di jalan raya serta menunjukkan bahwa pesepeda juga merupakan bagian dari lalu lintas perkotaan. Kegiatan tersebut kemudian berkembang dan ditiru di berbagai kota di dunia.

Istilah Critical Mass sendiri kemudian digunakan untuk menggambarkan kegiatan bersepeda bersama dalam jumlah besar. Konsepnya berkembang sebagai kegiatan yang umumnya dilakukan secara rutin, tanpa struktur organisasi atau kepemimpinan terpusat. 

Di Sumbawa, semangat tersebut diadaptasi komunitas Gorengan melalui kegiatan bersepeda massal yang dipadukan dengan agenda rutin mereka setiap Jumat malam.

Meski membawa isu hak pesepeda, Taufan menilai saat ini belum terdapat kebutuhan mendesak untuk pembangunan jalur khusus sepeda di Sumbawa.

“Belum ada urgency untuk jalur khusus sepeda karena jalan masih lowong, sehingga tidak mengganggu laju pengendara bermotor. Begitu pula sebaliknya,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan bersepeda bersama dapat terus menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki hobi sepeda sekaligus membangun budaya saling menghormati antara pesepeda dan pengguna kendaraan bermotor di jalan raya. (Gal)

Bagikan Berita Ini: