Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mohamad Ansori, mengajak masyarakat memperkuat persatuan, menjaga silaturahmi, dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Ia menyampaikan pesan tersebut saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Jami’ An-Nur Kelurahan Samapuin Kecamatan Sumbawa, Minggu (30/8).
Wabup meminta masyarakat tidak menjadikan peringatan Maulid sekadar kegiatan seremonial. Menurut dia, momentum tersebut harus mendorong umat untuk menerapkan sifat dan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam menjalankan aktivitas ekonomi serta pemerintahan.
“Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah SWT pagi ini dapat bersilaturahmi. Masjid Jami’ An-Nur ini sangat megah dan jamaahnya nyaman beribadah. Peringatan Maulid ini hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan serta membawa keberkahan bagi daerah kita,” ujar Wabup.
Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut menghadiri kegiatan tersebut. Antara lain, Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, M Taufik, Camat Sumbawa, Ardiansyah yang baru menjabat, jajaran Polsek Sumbawa, Lurah Samapuin beserta jajaran, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Samapuin, Ketua LPM Kelurahan Samapuin, tokoh agama Dea Guru Ustadz Ahmad Jamaan, serta tokoh masyarakat, majelis taklim, dan warga setempat.
Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan apresiasi kepada panitia dan masyarakat Kelurahan Samapuin yang terus menghidupkan syiar Islam melalui berbagai kegiatan keagamaan. Ia menyebut, Samapuin memiliki tradisi keagamaan yang kuat dan sejak dahulu dikenal sebagai salah satu wilayah yang banyak melahirkan ustadz, guru ngaji, qari, dan qariah.
Wabup juga menyoroti tradisi masyarakat Sumbawa dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Ia menyebut masyarakat di Tanah Samawa memiliki kebiasaan menggelar syiar Maulid secara berkesinambungan, tidak hanya pada 12 Rabiul Awal.
“Ini adalah wujud kecintaan yang mendalam dari masyarakat Sumbawa kepada Rasulullah SAW. Budaya peradaban yang mulia ini patut kita junjung tinggi,” katanya.
Namun, Wabup mengingatkan masyarakat agar kecintaan kepada Rasulullah tidak berhenti melalui kegiatan peringatan. Ia mendorong masyarakat menerapkan nilai-nilai yang Rasulullah contohkan dalam hubungan sosial dan kehidupan sehari-hari.
“Peringatan ini jangan berhenti pada seremonial semata, melainkan harus ditingkatkan menjadi peneladanan sifat Nabi dalam tindakan nyata,” tegasnya.
Di hadapan jamaah, Wabup juga memperkenalkan Ardiansyah sebagai Camat Sumbawa yang baru. Ia kemudian meminta jajaran kecamatan dan kelurahan meningkatkan perhatian terhadap ketertiban serta kebersihan lingkungan.
Wabup meminta aparat pemerintah berkoordinasi dengan kepolisian, untuk menangani berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ia menyinggung persoalan sampah liar dan limbah botol bekas yang masih ditemukan di sejumlah lokasi.
“Saya ingatkan langsung kepada Pak Camat dan Pak Kapolsek, aktivitas ketertiban lingkungan harus dirapikan kembali. Jangan sampai sampah bertebaran di mana-mana agar Sumbawa tetap bersih, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Selain mengingatkan persoalan lingkungan, Wabup menekankan pentingnya kejujuran sebagai salah satu nilai utama yang dapat diteladani dari Rasulullah SAW. Ia menyebut sifat Rasulullah yang dikenal sebagai Al-Amin, Siddiq, dan Fathanah harus menjadi pedoman masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas.
Wabup mengatakan, nilai kejujuran berlaku dalam kehidupan bertetangga, kegiatan usaha, hingga penyelenggaraan pemerintahan. Dalam kehidupan sosial, ia mendorong masyarakat membangun kerukunan, memperkuat gotong royong, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Sementara dalam aktivitas perdagangan, ia meminta para pelaku usaha menjaga kejujuran dalam memilih dan menjual barang kepada konsumen. Ia juga mengingatkan pedagang agar tidak mencampur barang berkualitas baik dengan barang yang tidak layak serta tidak mengurangi timbangan.
“Rasulullah adalah pedagang sukses yang sangat jujur. Para pedagang dan ibu-ibu yang berjualan harus jujur; pilah barang yang baik dan tidak baik, jangan dicampur, dan timbangan harus pas tidak boleh dikurangi,” imbaunya.
Wabup kemudian mengaitkan prinsip kejujuran tersebut dengan penyelenggaraan pemerintahan. Ia meminta pemerintah daerah dan DPRD menyampaikan kondisi daerah secara terbuka kepada masyarakat, termasuk ketika menghadapi keterbatasan fiskal.
“Pemerintah dan DPRD juga harus jujur kepada rakyat. Kalau bilang A, lakukan A. Jangan dipolitisir. Jika kondisi fiskal daerah memang terbatas, katakan apa adanya,” kata Wabup.
Setelah sambutan Wakil Bupati, rangkaian kegiatan berlanjut dengan penyampaian hikmah Maulid oleh Ustadz Ahmad Jamaan MY. Penceramah mengangkat tema peneladanan akhlak Rasulullah SAW di tengah perkembangan teknologi dan era digital.
Ustadz Jamaan mengingatkan para orang tua agar mendampingi anak-anak dalam menggunakan gawai. Ia meminta orang tua mengawasi penggunaan smartphone agar teknologi tidak mengganggu kesehatan, pola pikir, dan pembentukan moral generasi muda.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Jamaan mengutip Surah Al-Ahzab ayat 21 dan Surah Yunus ayat 58 untuk menegaskan kedudukan Rasulullah SAW sebagai teladan bagi umat Islam. Ia mengajak jamaah menempatkan keteladanan Rasulullah sebagai pedoman dalam menghadapi perubahan zaman.
Ia juga menguraikan tradisi Maulid di Nusantara, termasuk di Sumbawa, sebagai bentuk syukur masyarakat atas kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus atas berbagai karunia yang diberikan Allah SWT. Menurut dia, masyarakat dapat mempertahankan tradisi keagamaan dan budaya lokal selama pelaksanaannya tidak bertentangan dengan syariat Islam.
Ustadz Jamaan juga mendorong masyarakat mengembangkan dakwah yang moderat atau wasathiyah serta toleran terhadap kebiasaan lokal yang memiliki nilai positif. Menurut dia, pendekatan tersebut dapat membantu masyarakat menjaga keberlangsungan nilai-nilai Islam di tengah perubahan sosial.
Peringatan Maulid di Masjid Jami’ An-Nur tersebut turut diisi penampilan Shalawat Majelis Taklim An-Nur. Jamaah mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai. (Gam)