PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Manajemen Talenta jadi Dasar Promosi ASN Sumbawa

Bupati Sumbawa, Ir H Syarafuddin Jarot MP, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berbasis sistem merit melalui penerapan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN)

E
Penulis Editor
Tanggal 30 Jul 2026, 14:33 WITA
 Manajemen Talenta jadi Dasar Promosi ASN Sumbawa
Pemkab Sumbawa perkuat komitmen reformasi birokrasi melalui penerapan Manajemen Talenta ASN berbasis Sistem Merit

Jakarta, GaungNUSRA 

Bupati Sumbawa, Ir H Syarafuddin Jarot MP, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berbasis sistem merit melalui penerapan Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN). Komitmen tersebut disampaikan saat memimpin Ekspose Manajemen Talenta Pemerintah Kabupaten Sumbawa di hadapan jajaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta, Selasa (28/7).

Didampingi Sekretaris Daerah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), serta Tim Manajemen Talenta Kabupaten Sumbawa, Bupati memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah dalam membangun sistem pengelolaan ASN berbasis kompetensi, kinerja, dan potensi sebagai bagian dari agenda reformasi birokrasi.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sumbaea menyampaikan apresiasi kepada Kepala BKN beserta jajaran atas dukungan dan pendampingan yang selama ini diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa, dalam memperkuat implementasi Sistem Merit.

Menurutnya, birokrasi saat ini dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik. Karena itu, daerah membutuhkan ASN yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga berintegritas, berjiwa kepemimpinan, dan mampu menghasilkan kinerja terbaik.

"Di era akselerasi digital dan tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis, birokrasi tidak lagi dapat dijalankan dengan pola-pola lama. Daerah membutuhkan ASN yang kompeten, berintegritas, memiliki kapasitas kepemimpinan, serta berkinerja tinggi untuk menjawab tantangan pembangunan," tegasnya.

Ia menekankan, penerapan Manajemen Talenta bukan sekadar memenuhi ketentuan administrasi kepegawaian, melainkan strategi jangka panjang untuk menciptakan birokrasi yang profesional, transparan, akuntabel, serta mampu memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Menurut Bupati, kualitas aparatur menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan pembangunan daerah. Karena itu, transformasi birokrasi menjadi salah satu agenda penting Pemerintah Kabupaten Sumbawa sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Melalui penerapan Manajemen Talenta, pemerintah daerah berupaya menciptakan ASN yang berintegritas, berdedikasi, berkinerja tinggi, sekaligus bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Sistem tersebut juga diharapkan mampu menghasilkan regenerasi kepemimpinan birokrasi yang berlangsung secara objektif dan berkelanjutan.

Dalam paparannya, Bupati juga membeberkan kondisi terkini sumber daya aparatur di Kabupaten Sumbawa. Hingga 15 Juli 2026, jumlah ASN tercatat sebanyak 12.220 orang yang terdiri atas 5.504 Pegawai Negeri Sipil (PNS), 3.780 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan 2.936 PPPK Paruh Waktu. Dari jumlah tersebut, 57,54 persen merupakan ASN perempuan, sedangkan 42,46 persen laki-laki.

Data tersebut, kata Jarot, menjadi dasar dalam menyusun kebijakan pengembangan karier, peningkatan kompetensi, hingga penempatan pegawai berdasarkan potensi dan kinerja.

Selain itu, dari total 691 jabatan manajerial yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa, sebanyak 622 jabatan atau sekitar 90,01 persen telah terisi, sedangkan 69 jabatan masih kosong.

Salah satu jabatan strategis yang masih lowong adalah Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Jabatan tersebut dijadikan simulasi penerapan Manajemen Talenta dalam penyusunan rencana suksesi, dengan menyiapkan sejumlah kandidat berdasarkan hasil pemetaan talenta yang telah dilakukan.

Bupati menegaskan, seluruh kebijakan promosi, rotasi, maupun pengisian jabatan ke depan akan mengacu pada hasil pemetaan talenta ASN sehingga setiap keputusan benar-benar didasarkan pada kompetensi, rekam jejak, serta capaian kinerja pegawai.

"Saya berkomitmen penuh menjadikan hasil pemetaan talenta ASN sebagai rujukan utama dalam setiap kebijakan promosi, rotasi, dan pengisian jabatan. Tidak ada lagi ruang bagi pertimbangan subjektif yang mengabaikan prinsip kualifikasi dan kinerja," ujarnya.

Untuk mewujudkan komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menyiapkan tiga langkah strategis. Pertama, memastikan keberlanjutan penerapan Sistem Merit dan Manajemen Talenta sebagai dasar seluruh kebijakan kepegawaian. Kedua, memperkuat dukungan anggaran, digitalisasi sistem, serta kapasitas BKPSDM agar pengelolaan talenta berjalan lebih optimal. Ketiga, mempercepat pengembangan kompetensi ASN, terutama pegawai yang masuk dalam Talent Pool, sehingga siap menjadi pemimpin birokrasi pada masa mendatang.

Dalam sesi ekspose, Tim Manajemen Talenta Kabupaten Sumbawa turut mempresentasikan hasil pemetaan talenta ASN, simulasi penerapan sistem manajemen talenta, strategi retensi pegawai berpotensi tinggi, hingga rencana pengembangan kompetensi sebagai bagian dari penguatan reformasi birokrasi di Kabupaten Sumbawa.

Paparan tersebut mendapat tanggapan, masukan, dan evaluasi dari para pejabat pimpinan tinggi BKN sebagai bahan penyempurnaan implementasi Sistem Merit di Kabupaten Sumbawa.

Mengakhiri presentasinya, Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa terbuka terhadap berbagai masukan dan pendampingan dari BKN. Agar penerapan Manajemen Talenta semakin matang serta mampu menjadi salah satu praktik baik dalam pengelolaan ASN di Indonesia. (Gad) 

Bagikan Berita Ini: