PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

KSB Siapkan Rp630 Juta untuk Lindungi Petani Jagung

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyiapkan langkah antisipasi menghadapi ancaman gagal panen jagung di Talonang Kecamatan Sekongkang.

E
Penulis Editor
Tanggal 11 Aug 2026, 18:52 WITA
 KSB Siapkan Rp630 Juta untuk Lindungi Petani Jagung
Antisipasi Gagal Panen di Talonang, Pemkab KSB Salurkan Bantuan Benih dan Siapkan AUTJ

Sumbawa Barat, GaungNUSRA 

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menyiapkan langkah antisipasi menghadapi ancaman gagal panen jagung di Talonang Kecamatan Sekongkang. Serangan hama tikus yang mengganggu tanaman jagung mendorong Dinas Pertanian KSB mempercepat penanganan dengan menyalurkan bantuan benih sekaligus menyiapkan perlindungan melalui Asuransi Usaha Tani Jagung (AUTJ).

Kepala Dinas Pertanian KSB melalui Kepala Bidang Produksi, Syamsul Rijal, mengatakan pemerintah telah membahas persoalan tersebut bersama Komisi II DPRD KSB dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada pekan lalu. Rapat itu menjadi salah satu langkah untuk merumuskan penanganan terhadap ancaman kerugian yang dihadapi petani jagung di Talonang.

"Permasalahan jagung di Talonang sudah kami bahas bersama Komisi II DPRD Sumbawa Barat dalam RDP minggu lalu. Sebagai bentuk respons cepat, para petani di Talonang saat ini telah mendapatkan bantuan benih jagung dari pemerintah," kata Syamsul, Senin (10/8).

Menurut dia, penyaluran benih menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap kondisi petani yang terdampak serangan hama. Pemerintah tidak hanya berupaya menangani persoalan di lapangan, tetapi juga menyiapkan skema perlindungan agar petani memiliki jaminan ketika menghadapi risiko gagal panen.

Untuk memperkuat perlindungan tersebut, Pemkab Sumbawa Barat mengalokasikan anggaran Rp630 juta melalui APBD Perubahan (APBD-P) tahun ini. Dana tersebut digunakan untuk mendukung program AUTJ yang akan melindungi lahan jagung seluas 3.500 hektare.

Program asuransi itu diharapkan dapat memberikan perlindungan finansial kepada petani ketika tanaman mengalami kerusakan akibat berbagai risiko, termasuk serangan hama dan kondisi iklim yang tidak mendukung. Dengan skema tersebut, petani tidak sepenuhnya menanggung sendiri potensi kerugian ketika produksi jagung terganggu.

Ancaman hama tikus menjadi perhatian karena dapat menekan produktivitas tanaman dan berujung pada kerugian petani. Kondisi itu membuat pemerintah daerah perlu mengambil langkah lebih awal, terutama ketika petani telah mengeluarkan biaya untuk pengolahan lahan, penanaman, hingga pemeliharaan tanaman.

Dinas Pertanian KSB kini mendorong penanganan dilakukan secara terpadu. Bantuan benih menjadi langkah untuk menjaga keberlanjutan usaha tani, sedangkan AUTJ berfungsi sebagai instrumen perlindungan terhadap risiko kerugian.

Pemerintah daerah berharap kombinasi bantuan tersebut dapat membantu petani Talonang mempertahankan produksi sekaligus mengurangi dampak ekonomi akibat ancaman gagal panen. Upaya itu juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan memberikan kepastian bagi petani di tengah ancaman hama serta perubahan kondisi iklim. (Gbw)



Bagikan Berita Ini: