PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

KSB Kembangkan Agribisnis Bergulir Peternakan Sapi

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mulai menerapkan skema agribisnis bergulir, untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ekonomi peternak sapi.

E
Penulis Editor
Tanggal 06 Aug 2026, 17:17 WITA
 KSB Kembangkan Agribisnis Bergulir Peternakan Sapi
Siapkan Lahan 67 Hektare, Pemkab KSB Dorong Ekosistem Peternakan Sapi Terpadu

Sumbawa Barat, GaungNUSRA

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mulai menerapkan skema agribisnis bergulir, untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ekonomi peternak sapi. Melalui pola tersebut, kelompok peternak didorong membesarkan sapi hingga bobot sekitar 200 kilogram sebelum dijual kepada perusahaan daerah (Perusda) atau pihak ketiga untuk proses penggemukan lanjutan.

Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat, Hasan, mengatakan pola tersebut dirancang agar perputaran modal peternak berlangsung lebih cepat tanpa terbebani biaya pemeliharaan yang terlalu lama. Menurutnya, target bobot 200 kilogram dinilai paling realistis dengan mempertimbangkan ketersediaan pakan dan kemampuan kelompok peternak.

"Kami tidak bisa memaksa kelompok memelihara sapi hingga bobot ideal industri 300 kilogram seperti standar PT Amman Mineral Nusa Tenggara karena waktu pemeliharaannya terlalu lama. Ketersediaan pakan kelompok juga terbatas. Dengan target 200 kilogram, masa pemeliharaan sekitar enam bulan sehingga perputaran usaha lebih cepat," ujar Hasan.

Ia menjelaskan, dalam skema tersebut peternak hanya berfokus pada pembesaran sapi hingga mencapai bobot yang telah ditentukan. Selanjutnya, sapi dijual dalam kondisi hidup kepada Perusda atau investor yang berperan sebagai off-taker untuk melanjutkan proses penggemukan hingga mencapai bobot sekitar 300 kilogram sesuai kebutuhan pasar.

Untuk mendukung keberlanjutan program, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat juga menyiapkan kawasan pengembangan peternakan terpadu. Saat ini, Dinas Pertanian berkoordinasi dengan instansi kehutanan untuk menyiapkan lahan Hutan Kemasyarakatan seluas 67 hektare yang akan dimanfaatkan sebagai lokasi penggemukan sapi sekaligus pengembangan peternakan ayam bersama investor.

"Tahun ini kami merampungkan kajian lahan agar investor maupun Perusda dapat mulai menjalankan program tersebut tahun depan. Sambil menunggu, Perusda akan menyerap sapi hasil pemeliharaan kelompok sehingga semangat peternak tetap terjaga," katanya.

Selain memperkuat aspek produksi, pemerintah daerah juga memberikan pendampingan kepada kelompok peternak melalui fasilitator lapangan. Pendampingan tersebut difokuskan pada penguatan kelembagaan kelompok, peningkatan kemampuan manajemen usaha, serta pelatihan pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik yang memiliki nilai ekonomi.

Di sektor hilir, pemerintah secara bertahap membenahi fasilitas Rumah Potong Hewan (RPH) sebagai bagian dari upaya membangun rantai usaha peternakan yang terintegrasi. Dengan penguatan dari hulu hingga hilir, pemerintah berharap sektor peternakan sapi di Kabupaten Sumbawa Barat mampu berkembang lebih berkelanjutan, meningkatkan pendapatan peternak, sekaligus memperkuat ketersediaan pasokan ternak bagi kebutuhan industri dan pasar. (Gbw)



Bagikan Berita Ini: