PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

KSB Kejar Produksi Ikan 50 Ton Persiklus

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus memperkuat sektor perikanan budidaya sebagai salah satu penopang ketahanan pangan dan penggerak ekonomi masyarakat.

E
Penulis Editor
Tanggal 09 Jun 2026, 09:01 WITA
KSB Kejar Produksi Ikan 50 Ton Persiklus
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat, Agus Purnawan SPi MM

Sumbawa Barat, GaungNUSRA Online 

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus memperkuat sektor perikanan budidaya sebagai salah satu penopang ketahanan pangan dan penggerak ekonomi masyarakat. Melalui Dinas Perikanan, pemerintah daerah menargetkan produksi ikan budidaya mencapai 40 hingga 50 ton dalam setiap siklus panen.

Target tersebut menjadi bagian dari Program Sumbawa Barat Maju Luar Biasa yang diarahkan untuk meningkatkan produktivitas sektor perikanan sekaligus memperluas peluang usaha bagi masyarakat pembudidaya ikan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sumbawa Barat, Agus Purnawan SPi MM, mengatakan program tersebut dirancang dengan pendekatan yang terukur dan berorientasi pada hasil. Karena itu, bantuan pemerintah akan difokuskan kepada pembudidaya yang telah memiliki lahan dan usaha budidaya aktif sehingga intervensi yang diberikan dapat langsung meningkatkan produksi.

“Fokus kami adalah pembudidaya yang usahanya sudah berjalan dan siap naik kelas. Dengan begitu, intervensi pemerintah benar-benar produktif dan berdampak langsung pada peningkatan hasil panen,” ujar Agus Purnawan, belum lama ini.

Untuk mendukung target produksi tersebut, pemerintah daerah menyiapkan berbagai bentuk bantuan yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Dinas Perikanan akan menyalurkan sekitar 400 ribu benih ikan kepada kelompok pembudidaya yang memenuhi persyaratan. Adapun komoditas yang menjadi fokus pengembangan adalah ikan nila dan ikan lele yang dinilai memiliki permintaan pasar cukup tinggi serta prospek usaha yang menjanjikan.

Selain bantuan benih, pemerintah juga akan menyalurkan pakan berkualitas dan memberikan pendampingan teknis kepada para pembudidaya. Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan budidaya masyarakat sehingga produktivitas kolam dapat terus meningkat.

Program ini akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2026 dan dijadwalkan mulai berjalan pada Agustus hingga September mendatang. Saat ini Dinas Perikanan tengah melakukan sosialisasi serta verifikasi calon penerima manfaat untuk memastikan bantuan yang disalurkan tepat sasaran.

Salah satu kawasan yang diproyeksikan menjadi sentra pengembangan budidaya ikan adalah Dasan Anyar. Wilayah tersebut memiliki potensi lahan budidaya seluas sekitar 11 hektare yang akan difokuskan untuk pengembangan ikan nila.

Tidak hanya mengandalkan metode budidaya konvensional, Dinas Perikanan juga menyiapkan langkah modernisasi melalui penerapan teknologi budidaya yang lebih efisien. Salah satu teknologi yang akan dikembangkan adalah Recirculating Aquaculture System (RAS), yakni sistem budidaya yang memungkinkan penggunaan air secara berulang sehingga lebih hemat, produktif, dan ramah lingkungan.

Menurut Agus Purnawan, penguatan sektor perikanan budidaya menjadi kebutuhan mendesak karena Kabupaten Sumbawa Barat masih mengalami kekurangan pasokan ikan. Berdasarkan data Dinas Perikanan, kebutuhan ikan masyarakat dan sektor usaha di daerah tersebut masih lebih besar dibandingkan produksi yang tersedia.

“Saat ini KSB masih mengalami defisit pasokan ikan sekitar 1.200 ton per tahun. Karena itu, peningkatan produksi budidaya menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” katanya.

Peningkatan produksi ikan budidaya diharapkan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, tetapi juga mendukung program pangan daerah dan kebutuhan sektor industri yang memerlukan pasokan ikan secara berkelanjutan.

Dari sisi ekonomi, program ini dinilai memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Dengan asumsi target minimal produksi mencapai 40 ton dan harga jual ikan berada pada kisaran Rp25 ribu per kilogram, nilai transaksi yang berputar dalam satu siklus panen dapat mencapai miliaran rupiah.

Potensi tersebut diyakini akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan pembudidaya, penciptaan lapangan kerja baru, serta pertumbuhan ekonomi lokal di Kabupaten Sumbawa Barat.

“Potensinya sangat menjanjikan. Jika dikelola dengan komitmen tinggi, sektor ini dapat memenuhi kebutuhan pasar sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumbawa Barat,” pungkas Agus Purnawan. (Gbw)

Bagikan Berita Ini: