Sumbawa Barat, GaungNUSRA
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mendorong peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) KSB mulai menyiapkan konsep yang memberi ruang lebih besar bagi pemuda untuk menyampaikan gagasan dan karya.
Disparpora menilai momentum Sumpah Pemuda dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk menguji kemampuan, menyampaikan ide, sekaligus membahas berbagai persoalan yang berkaitan dengan pembangunan daerah.
Namun, keterbatasan anggaran membuat Disparpora KSB belum dapat menyiapkan rangkaian kegiatan khusus pada peringatan Sumpah Pemuda tahun ini. Pemerintah daerah tetap membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kepemudaan (OKP) dan komunitas lokal untuk mengisi momentum tersebut.
Kepala Disparpora KSB, Nurdin Rahman SE, melalui Kabid Pemuda dan Olahraga, Rizky Syahputra mengatakan, tahun ini pihaknya belum memiliki alokasi anggaran khusus untuk kegiatan penyambutan Sumpah Pemuda selain agenda upacara resmi.
"Tahun-tahun sebelumnya peringatan Sumpah Pemuda memang diisi kegiatan seremonial seperti upacara bendera. Untuk tahun ini, karena anggaran khusus penyambutan belum terplot rutin, kami sangat terbuka jika ada organisasi kepemudaan yang ingin berkolaborasi," ujar Rizky, Senin (14/9).
Rizky menjelaskan, bidang kepemudaan saat ini hanya memiliki pagu sekitar Rp200 juta per tahun. Disparpora harus membagi anggaran tersebut untuk berbagai kebutuhan, mulai dari operasional, perjalanan dinas, hingga program kepemudaan yang berjalan rutin.
Beberapa program tersebut mencakup Kewirausahaan Pemuda dan Pemuda Pelopor. Kondisi itu membuat Disparpora belum dapat mengalokasikan anggaran khusus untuk menyusun kegiatan Sumpah Pemuda dengan rangkaian acara yang lebih besar.
Meski demikian, keterbatasan anggaran tidak menghalangi Disparpora untuk mendorong keterlibatan pemuda. Pemerintah daerah justru membuka kesempatan kepada OKP dan komunitas lokal yang memiliki gagasan untuk mengambil bagian dalam menyemarakkan peringatan tahun ini.
Disparpora juga mulai menyiapkan konsep berbeda untuk peringatan Sumpah Pemuda pada tahun mendatang. Pemerintah daerah ingin menggeser pola kegiatan dari dominasi seremoni menuju kegiatan yang mampu menggali kemampuan dan pemikiran pemuda.
Rizky mengatakan, pihaknya ingin menjadikan momentum Sumpah Pemuda sebagai ruang bagi generasi muda untuk beradu gagasan. Disparpora menyiapkan sejumlah format kegiatan, seperti lomba debat, pidato, dan karya tulis ilmiah.
Konsep tersebut akan menyesuaikan dengan arahan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Melalui kegiatan itu, Disparpora ingin memberikan ruang kepada pemuda untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis sekaligus menyampaikan gagasan secara terbuka.
"Semangat Sumpah Pemuda terletak pada gelora gagasan dan kontribusi nyata," kata Rizky.
Menurut dia, pemuda tidak cukup hanya hadir dalam kegiatan seremonial. Generasi muda juga perlu mendapatkan ruang untuk menyampaikan pandangan mengenai berbagai persoalan yang berkembang di daerah.
Disparpora berharap ajang adu gagasan dapat mendorong pemuda menghasilkan ide yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah daerah juga dapat melihat potensi pemuda melalui berbagai karya dan gagasan yang mereka hasilkan.
"Kami ingin memfasilitasi hal itu lewat ajang adu ide dan karya ilmiah agar pemuda KSB tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga penentu arah pembangunan daerah," ujarnya.
Selain menyiapkan format kegiatan, Disparpora mendorong organisasi kepemudaan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah. Salah satu langkah yang diminta ialah penyampaian data kepengurusan serta program kerja tahunan organisasi.
Disparpora mendorong wadah pemuda seperti KNPI KSB menyerahkan data kepengurusan dan rencana kegiatan secara berkala. Data tersebut akan membantu pemerintah mengetahui aktivitas organisasi sekaligus memetakan potensi kepemudaan di KSB.
Penyampaian program kerja juga membuka peluang bagi pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan untuk menyelaraskan agenda. Dengan pola tersebut, kegiatan kepemudaan dapat berkembang melalui kolaborasi, meski dukungan anggaran pemerintah masih terbatas.
Rizky mengatakan, Disparpora tetap membuka ruang komunikasi dengan OKP dan komunitas lokal yang ingin mengambil peran dalam kegiatan kepemudaan. Pemerintah daerah berharap organisasi pemuda membawa gagasan dan program yang dapat melibatkan lebih banyak generasi muda KSB. (Gbw)