Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Persoalan gagal panen dan distribusi air pertanian di Desa Brang Kolong dan wilayah sekitarnya dibahas Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP), Kamis (1/10).
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Lantai II DPRD Sumbawa tersebut membahas ketersediaan serta distribusi air yang berdampak terhadap produktivitas pertanian dan hasil panen masyarakat.
Hearing dihadiri sejumlah pihak terkait, di antaranya Dinas Pertanian, Dinas PUPR, PSDA Sumbawa, pemerintah kecamatan, UPT pertanian, pemerintah desa serta Forum P3A Desa Brang Kolong.
Dalam rapat tersebut, para pihak menyampaikan kondisi dan kendala pengelolaan serta distribusi air pertanian di wilayah terdampak. Keterbatasan pasokan air menjadi salah satu persoalan yang disoroti karena berdampak terhadap keberlangsungan kegiatan pertanian dan produksi petani.
Komisi II DPRD Sumbawa mendorong pihak terkait meningkatkan koordinasi dan segera mengambil langkah konkret untuk menangani persoalan distribusi air serta dampak gagal panen yang dialami masyarakat.
Komisi II juga menekankan perlunya penyelesaian secara bersama dan berkelanjutan agar ketersediaan air untuk kebutuhan pertanian dapat lebih optimal.
Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan usaha pertanian sekaligus mendukung produktivitas dan kesejahteraan petani di Desa Brang Kolong dan wilayah sekitarnya. (Gad/Hms)