PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Stok Pangan Sumbawa Aman hingga Akhir Tahun

Perum Bulog Cabang Sumbawa memastikan ketersediaan stok pangan di Kabupaten Sumbawa aman hingga akhir tahun. Bahkan, stok yang dikuasai saat ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa tahun ke depan.

E
Penulis Editor
Tanggal 05 Oct 2026, 10:49 WITA
Stok Pangan Sumbawa Aman hingga Akhir Tahun
Stok Beras Bulog Sumbawa Melimpah Capai 65.000 Ton, Aman Memenuhi Kebutuhan hingga Beberapa Tahun

Sumbawa Besar, GaungNUSRA 

Perum Bulog Cabang Sumbawa memastikan ketersediaan stok pangan di Kabupaten Sumbawa aman hingga akhir tahun. Bahkan, stok yang dikuasai saat ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa tahun ke depan.

Pemimpin Cabang Perum Bulog Sumbawa Muhammad Nur Ristanto SP mengatakan, saat ini Bulog mengelola sejumlah komoditas, di antaranya beras dan jagung sebagai komoditas Public Service Obligation (PSO), serta gula pasir sebagai komoditas komersial.

Berdasarkan data operasional Bulog, stok setara beras yang dikuasai saat ini mencapai sekitar 65.000 ton. Selain itu, tersedia cadangan jagung sekitar 3.000 ton.

“Stok setara beras kita saat ini mencapai 65.000 ton dan jagung 3.000 ton. Konsumsi lokal Sumbawa per tahun tidak sampai 12.000 ton. Jadi stok kita sangat melimpah,” kata Muhammad Nur Ristanto, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, stok tersebut bahkan masih mampu memenuhi kebutuhan lokal hingga beberapa tahun apabila tidak ada pengiriman stok ke daerah lain, seperti Nusa Tenggara Timur (NTT).

Terkait pemerataan distribusi pangan, Bulog memastikan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penyaluran Bantuan Pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) dilakukan ke seluruh desa.

Menjawab keluhan terkait penerima manfaat, Bulog menjelaskan data Penerima Bantuan Pangan (PBP) merupakan data yang ditetapkan pemerintah pusat melalui instansi terkait. Bulog bertindak sebagai pelaksana penyaluran dengan alokasi 10 kilogram beras per penerima setiap bulan.

Sementara terkait kualitas beras bantuan, Bulog menerapkan sistem pergudangan First In, First Out (FIFO) serta pemeriksaan sebelum beras disalurkan.

“Pemeriksaan kualitas selalu dilakukan sebelum keluar gudang. Jika di lapangan masyarakat menerima beras yang dinilai kurang layak akibat kendala teknis kemasan, penerima bisa mengembalikan beras tersebut untuk ditukar dengan yang baru melalui petugas di desa atau dusun setempat,” jelasnya.

Untuk menghadapi musim panen mendatang, Bulog juga memastikan kapasitas pergudangan di Kabupaten Sumbawa mencukupi. Total kapasitas gudang, baik milik Bulog maupun mitra swasta, diperkirakan mencapai 120.000 hingga 130.000 ton.

Kondisi penumpukan stok yang sempat terjadi pada awal tahun kini mulai terurai seiring tingginya sirkulasi pengiriman stok ke luar daerah serta bertambahnya gudang milik mitra swasta.

Bulog menyebut kondisi tersebut membuat kesiapan infrastruktur penyimpanan untuk menghadapi musim panen 2027 lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Terkait informasi gagal panen seluas 25 hektare yang sebelumnya dibahas bersama Komisi II DPRD Sumbawa, Bulog menyampaikan keprihatinan terhadap petani yang terdampak.

Muhammad Nur Ristanto menjelaskan, peran utama Bulog berada pada sektor pascapanen (off-farm) dan menjaga stabilitas harga sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram.

Meski demikian, Bulog terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian untuk memetakan potensi panen setiap bulan. Koordinasi tersebut sekaligus dilakukan untuk mengantisipasi kebutuhan kapasitas gudang dan kesiapan mitra pengolahan gabah di Kabupaten Sumbawa. (Gam) 

Bagikan Berita Ini: