PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Ketua PWI NTB Soroti Tantangan Pers di Era Media Sosial

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Ikliluddin, menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi dunia pers di tengah pesatnya perkembangan media sosial.

E
Penulis Editor
Tanggal 26 Oct 2026, 15:35 WITA
Ketua PWI NTB Soroti Tantangan Pers di Era Media Sosial
Tutup OKK PWI Sumbawa, Ketua PWI NTB Soroti Pergeseran Informasi Medsos dan Pembajakan Karya Jurnalistik

Sumbawa Besar, GaungNUSRA

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Ikliluddin, menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi dunia pers di tengah pesatnya perkembangan media sosial. Hal tersebut disampaikannya saat menutup kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI Kabupaten Sumbawa, Minggu (25/10).

Ikliluddin menilai, tantangan pers saat ini tidak hanya berkaitan dengan persaingan arus informasi di media sosial, tetapi juga menyangkut tingkat kepercayaan publik terhadap informasi serta perlindungan hak cipta karya jurnalistik.

Ia menyinggung kecenderungan masyarakat yang semakin menjadikan media sosial sebagai sumber informasi utama. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi media massa dalam mempertahankan kredibilitas dan kepercayaan publik.

Selain itu, Ikliluddin menyoroti maraknya akun media sosial yang mengambil atau menyadur konten jurnalistik tanpa izin. Menurutnya, praktik tersebut merugikan wartawan dan perusahaan media yang telah mengeluarkan tenaga, waktu, serta biaya untuk menghasilkan karya jurnalistik.

“Mereka dengan gampangnya mengambil konten-konten kita untuk media sosial mereka. Mereka yang mendapat keuntungan, padahal kita yang bekerja keras di lapangan,” tegas Iklil.

Ia mengatakan, PWI NTB telah menegaskan bahwa praktik pengambilan karya jurnalistik tanpa izin tidak boleh dibiarkan. Karena itu, diperlukan langkah tegas untuk melindungi hak cipta dan menghargai kerja jurnalistik, termasuk melalui upaya hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Ikliluddin, perlindungan terhadap karya jurnalistik menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem pers yang profesional dan bertanggung jawab.

Ia berharap para wartawan semakin memperkuat kompetensi, profesionalisme, dan pemahaman terhadap etika jurnalistik di tengah perubahan lanskap media. Dengan demikian, pers tetap mampu menjalankan fungsinya sebagai penyedia informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya masyarakat. (Gal)


 

Bagikan Berita Ini: