Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam pelaksanaan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) PWI se-Pulau Sumbawa. Kegiatan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kompetensi, profesionalisme, dan integritas wartawan di tengah perkembangan era digital.
Apresiasi itu disampaikan Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, H. Joko Tetuko, saat memberikan sambutan pada pembukaan OKK di Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Minggu (25/10). Kegiatan tersebut diikuti 42 peserta dari sejumlah kabupaten/kota di Pulau Sumbawa.
Di hadapan Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, jajaran pemerintah daerah, pengurus PWI NTB, dan peserta, Joko menegaskan bahwa OKK merupakan bagian dari upaya PWI memperkuat fondasi organisasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.
Ia mengingatkan bahwa PWI bukan sekadar organisasi profesi, melainkan bagian dari sejarah perjuangan bangsa. Organisasi wartawan tersebut berdiri pada 9 Februari 1946 di Solo, ketika semangat mempertahankan kemerdekaan masih mewarnai perjalanan Indonesia.
“PWI lahir di tengah kancah perjuangan bangsa. Oleh karena itu, melalui OKK ini, peserta akan dibekali dengan 13 materi komprehensif, termasuk pengenalan Standar Kompetensi Wartawan (SKW), baik jenjang muda, madya, maupun utama,” ujar Joko.
Menurutnya, penguatan kompetensi wartawan menjadi kebutuhan mendesak di tengah tantangan industri media yang semakin kompleks. Ia menyebutkan, berdasarkan evaluasi pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) selama 13 tahun terakhir, sekitar 35.000 wartawan telah tersertifikasi secara nasional, dengan 21.000 di antaranya merupakan kader PWI.
Data tersebut, lanjutnya, menunjukkan pentingnya pelaksanaan OKK dan UKW untuk mendorong lahirnya wartawan yang kompeten, profesional, serta memahami tanggung jawab etik dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Joko juga mengingatkan peserta agar senantiasa berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ), memahami pedoman pemberitaan ramah anak, serta mengelola media siber secara bijak dan bertanggung jawab.
Ia mengibaratkan media siber sebagai pelabuhan tempat bongkar muat berita. Karena itu, setiap informasi yang dipublikasikan harus melalui proses verifikasi dan penyaringan sesuai prinsip jurnalistik.
“Tugas wartawan itu berat dan tantangannya kompleks. Tidak semua fakta serta-merta bisa diungkap begitu saja tanpa menyaringnya melalui kode etik dan perilaku yang benar. Menjaga keutuhan NKRI adalah komitmen mutlak kita bersama,” tegasnya.
Ia turut memotivasi peserta agar mengikuti seluruh rangkaian orientasi dengan serius. Menurutnya, kesungguhan dalam mengikuti pembekalan organisasi dan jurnalistik merupakan salah satu upaya membentuk wartawan yang berintegritas.
Pada kesempatan tersebut, Joko secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Wakil Bupati Sumbawa, H. Mohamad Ansori, beserta jajaran Pemkab Sumbawa, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN), dan Ketua PWI Kabupaten Sumbawa, Zainuddin, atas dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Sebelumnya, Wakil Bupati Sumbawa, H. Mohamad Ansori, menyambut kehadiran jajaran PWI Pusat dan pengurus PWI dari berbagai daerah. Ia menegaskan bahwa pers merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal pembangunan, menyampaikan program pemerintah, serta menjaga kondusivitas daerah.
Ansori juga mengenang pengalamannya saat muda sebagai loper koran. Ia berharap hubungan antara pemerintah daerah dan insan pers di Pulau Sumbawa terus terjalin dengan baik untuk mendukung penyebaran informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.
Pembukaan OKK PWI se-Pulau Sumbawa ditandai dengan penyerahan kartu tanda peserta dan sesi foto bersama. Sebanyak 51 peserta mengikuti kegiatan tersebut, yang berasal dari Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Sumbawa Barat, Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima. (Gam)