Mataram, GaungNUSRA
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda KSB, melakukan evaluasi data dan kedisiplinan penghuni Asrama Pelajar dan Mahasiswa KSB di sejumlah daerah. Langkah tersebut dilakukan, untuk memastikan fasilitas asrama dimanfaatkan tepat sasaran, sekaligus menjaga keberlangsungan regenerasi penghuni.
Evaluasi dilakukan melalui kunjungan langsung ke Asrama Pelajar dan Mahasiswa KSB di Kota Mataram, Kamis (7/5). Kegiatan itu dipimpin jajaran Bagian Kesra Setda KSB bersama tim pendamping.
Kepala Bagian Kesra Setda KSB, Burhanuddin, melalui staf Bagian Kesra, Marisa, mengatakan kunjungan lapangan dilakukan guna memvalidasi data penghuni secara langsung. Termasuk mendata mahasiswa yang akan menyelesaikan studi pada tahun ini.
Menurutnya, validasi diperlukan agar pemerintah daerah memiliki data riil terkait kapasitas kamar yang tersedia, bagi calon penghuni baru.
“Kami datang langsung bersama tim untuk memastikan kondisi dan jumlah penghuni. Kami juga ingin mengetahui berapa mahasiswa yang akan wisuda tahun ini agar ketersediaan kamar bagi penghuni baru dapat diatur,” ujarnya.
Selain melakukan pendataan, Bagian Kesra juga memberikan motivasi kepada mahasiswa, khususnya penghuni semester akhir, agar fokus menyelesaikan perkuliahan dan tidak menunda penyusunan skripsi.
Marisa menjelaskan, berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup), masa tinggal mahasiswa di asrama dibatasi maksimal dua tahun. Kebijakan tersebut diterapkan, agar fasilitas pemerintah dapat dimanfaatkan secara bergantian oleh mahasiswa lain yang membutuhkan.
“Kami memberikan peringatan dan tenggat waktu bagi penghuni lama, terutama yang sudah semester 10 ke atas, agar segera menyelesaikan studinya. Fasilitas ini harus bisa dimanfaatkan secara bergantian,” katanya.
Ia mengungkapkan, minat mahasiswa KSB untuk menempati asrama cukup tinggi, setelah pemerintah daerah melakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah di Kabupaten Sumbawa Barat.
Saat ini tercatat sebanyak 15 mahasiswi dan lima mahasiswa masuk daftar tunggu untuk menempati asrama di Mataram.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat sendiri menyediakan tiga asrama utama bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar daerah, masing-masing di Mataram, Malang, dan Yogyakarta.
Fasilitas tersebut diberikan secara gratis bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu. Dimana kewajiban penghuni hanya membayar biaya listrik dan air.
Marisa menegaskan, selain disiplin akademik, kebersihan dan perawatan fasilitas asrama juga menjadi fokus evaluasi pemerintah daerah.
“Karena ini fasilitas milik bersama, kami berharap seluruh penghuni memiliki kesadaran menjaga kebersihan dan merawat fasilitas yang ada,” ujarnya.
Bagian Kesra Setda KSB juga mengimbau mahasiswa yang ingin menempati asrama agar segera melakukan pendaftaran. Dengan melengkapi persyaratan administrasi, seperti surat keterangan tidak mampu (SKTM), surat domisili sebagai warga KSB, surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), serta bukti diterima di perguruan tinggi.
“Jika slot sudah penuh, pemohon akan masuk daftar tunggu. Kami berharap mahasiswa yang sudah di dalam juga bisa kooperatif, taat aturan, dan mengikuti program-program pembinaan yang ada,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Asrama Mataram, Muhammad Alfan, menyampaikan sejumlah kebutuhan fasilitas penunjang kebersihan di lingkungan asrama.
Ia berharap pemerintah daerah dapat membantu penyediaan alat pemotong rumput, bak sampah, dan perlengkapan kebersihan lainnya untuk menunjang kenyamanan penghuni.
“Kami berharap ada bantuan alat pemotong rumput dan perlengkapan kebersihan lainnya karena kondisi rumput di sekitar asrama cukup tinggi dan perlu penanganan rutin,” katanya. (Gbw)