Sumbawa Besar, GaungNUSRA Online
Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Nusa Tenggara Barat, bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa memperkuat penyusunan program pendidikan berbasis Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tahun 2026, melalui kegiatan pendampingan yang digelar di SMP Negeri 1 Sumbawa, Senin (11/5).
Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut hasil Pemetaan Mutu Pendidikan Tahun 2026 yang sebelumnya dilaksanakan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa pada 21 April 2026 di Kota Mataram.
Pendampingan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan SIP MSi.
Dalam sambutannya, Budi Sastrawan menekankan pentingnya penyusunan perencanaan pendidikan yang tepat sasaran, berbasis data, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan pendidikan di daerah.
Menurutnya, hasil Rapor Pendidikan harus mampu diterjemahkan menjadi program nyata yang dapat menjawab berbagai persoalan pendidikan di Kabupaten Sumbawa. Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas bidang dalam menyusun langkah strategis yang selaras dengan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan.
“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan memastikan setiap program pendidikan benar-benar menyentuh kebutuhan sekolah dan peserta didik,” ujarnya.
Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari berbagai bidang di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, mulai dari unsur pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, guru dan tenaga kependidikan, hingga bidang perencanaan.
Selain itu, kegiatan juga melibatkan unsur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, koordinator pengawas, serta perwakilan sekolah di Kabupaten Sumbawa.
Pendampingan yang berlangsung selama dua hari, mulai 11 hingga 12 Mei 2026, menghadirkan sejumlah materi strategis terkait penyusunan program pendidikan daerah.
Beberapa materi yang dibahas meliputi pembacaan Rapor Pendidikan secara mendalam, keterkaitan indikator rapor dengan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan, analisis akar masalah pendidikan, hingga penyusunan rencana tindak lanjut atau RTL.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah diharapkan mampu menyusun program pendidikan yang lebih terarah, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Selain itu, hasil pendampingan juga diharapkan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan memperkuat pemerataan akses pendidikan bermutu bagi seluruh peserta didik di Kabupaten Sumbawa. (Gad)