Sumbawa Besar, GaungNUSRAonline
Pembangunan lanjutan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa di kawasan Sering Kecamatan Unter Iwes, masih membutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp305 miliar. Dana tersebut diharapkan dapat diperoleh dari pemerintah pusat, guna mewujudkan fasilitas layanan kesehatan yang lebih representatif di daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H Sarip Hidayat SKM MPH, Selasa (21/4), mengungkapkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mendorong realisasi dukungan anggaran dari pusat, untuk kelanjutan proyek strategis tersebut.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama Bupati Sumbawa, telah melakukan langkah konkret dengan menyambangi Kementerian Kesehatan pada November 2025 lalu. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Sumbawa secara langsung menyampaikan kondisi pembangunan RSUD Sumbawa di Sering, yang masih membutuhkan dukungan anggaran signifikan.
“Pak Bupati telah menyampaikan langsung kepada Menteri Kesehatan terkait kebutuhan anggaran lanjutan RSUD Sumbawa di kawasan Sering, termasuk harapan agar dapat dibantu melalui skema dana Instruksi Presiden (Inpres),” jelasnya.
Sarip menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari Kementerian Kesehatan. Namun demikian, dalam waktu dekat Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa berencana kembali melakukan koordinasi, guna memastikan kelanjutan proses pengajuan anggaran tersebut.
“Kami akan kembali melakukan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan terkait proposal pembangunan lanjutan RSUD Sumbawa. Harapannya tentu ada alokasi bantuan dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Sementara itu, pada tahun anggaran 2026, kegiatan pembangunan fisik di sektor kesehatan daerah masih terbatas. Pemerintah daerah hanya melaksanakan rehabilitasi terhadap tiga Puskesmas Pembantu (Pustu).
Di sisi lain, Kabupaten Sumbawa juga memperoleh alokasi anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) dengan total sekitar Rp6 miliar. Anggaran tersebut diperuntukkan untuk pengadaan obat-obatan serta bahan medis habis pakai guna menunjang pelayanan kesehatan di RSUD maupun puskesmas.
“Proses pengadaan saat ini tengah berjalan melalui sistem e-catalog. Untuk sementara, stok obat masih dalam kondisi aman, baik di RSUD maupun puskesmas,” pungkasnya. (Gad)