PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Kekurangan Teknisi, PJU KSB Tetap Beroperasi

Dinas Perhubungan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memastikan pelayanan penerangan jalan umum (PJU) tetap berjalan, meski menghadapi keterbatasan tenaga teknis di lapangan.

E
Penulis Editor
Tanggal 21 Apr 2026, 15:04 WITA
 Kekurangan Teknisi, PJU KSB Tetap Beroperasi
Ilustrasi: Kekurangan Teknisi, PJU KSB Tetap Beroperasi

Sumbawa Barat, GaungNUSRAonline 

Dinas Perhubungan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) memastikan pelayanan penerangan jalan umum (PJU) tetap berjalan, meski menghadapi keterbatasan tenaga teknis di lapangan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga lampu jalan tetap berfungsi di seluruh wilayah.

Kepala Dinas Perhubungan KSB, Suharno, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya hanya memiliki empat tenaga teknis untuk menangani pemeliharaan PJU. Jumlah tersebut dinilai belum ideal, mengingat luas wilayah pelayanan dan tingginya risiko pekerjaan kelistrikan.

“Saat ini kami hanya memiliki empat tenaga teknis. Karena pekerjaan listrik berisiko tinggi, mereka tidak bisa bekerja sendiri, sehingga dibagi menjadi dua tim,” ujarnya, Minggu (19/4).

Ia menjelaskan, kebutuhan ideal tenaga teknis mengacu pada standar minimal, yakni empat orang lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) jurusan listrik, serta dua orang sarjana teknik listrik. Formasi tersebut telah diterapkan di sejumlah daerah lain di Nusa Tenggara Barat, seperti Lombok Barat dan Kota Mataram.

Selain keterbatasan sumber daya manusia, Dishub KSB juga menghadapi beban pembiayaan operasional yang cukup besar. Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,4 miliar per tahun untuk pembayaran listrik PJU, guna memastikan lampu jalan tetap menyala secara optimal.

“Anggaran untuk pembayaran listrik PJU mencapai sekitar Rp2,4 miliar setiap tahun. Ini menjadi komitmen kami agar penerangan jalan tetap terjaga,” katanya.

Untuk meningkatkan efektivitas pelayanan, Dishub KSB menerapkan pola komunikasi langsung dalam menerima laporan masyarakat. Warga yang menemukan lampu jalan padam dapat melaporkan langsung kepada pihak terkait tanpa melalui jalur birokrasi berjenjang.

Menurut Suharno, langkah tersebut diambil untuk mempercepat penanganan di lapangan. “Kami memilih jalur komunikasi langsung agar laporan bisa segera ditindaklanjuti tanpa harus melalui proses administrasi yang panjang,” jelasnya.

Terkait sejumlah keluhan warga, seperti kondisi lampu jalan di ruas menuju Desa Seloto, Dishub memastikan perbaikan telah dilakukan dan penerangan kembali normal. Sementara itu, beberapa titik lain, termasuk jalur menuju Kertasari, masih dalam proses penanganan sambil menunggu ketersediaan material pengganti.

Pengadaan material dilakukan secara bertahap, guna memastikan spesifikasi lampu sesuai dengan standar teknis yang berlaku. Keterbatasan armada dan personel juga menjadi faktor yang memengaruhi kecepatan penanganan di lapangan.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk bersabar terhadap keterlambatan yang terjadi di beberapa titik. Meski demikian, Dishub KSB menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya dalam penyediaan penerangan jalan umum yang menjadi kebutuhan vital masyarakat. (Gbw)



Bagikan Berita Ini: