Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Sumbawa, H Faisal SAg MMInov, menegaskan bahwa mutasi dan pergantian jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi. Ia meminta seluruh aparatur Kementerian Agama, termasuk keluarga besar madrasah, memandang proses tersebut secara positif sebagai kebutuhan organisasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan H Faisal saat memberikan pembekalan kepada keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sumbawa dalam rangkaian kegiatan pisah sambut kepala madrasah, Rabu (9/9).
Faisal mengatakan, organisasi membutuhkan penyegaran kepemimpinan agar dapat terus menyesuaikan diri dengan perkembangan dan tuntutan pelayanan. Karena itu, ia meminta pejabat maupun tenaga pendidik dan kependidikan tidak mengaitkan mutasi dengan hukuman ataupun penghargaan atas kinerja seseorang.
“Mutasi jangan dianggap sebagai hukuman, dan jangan pula dianggap sebagai reward. Mutasi adalah bagian dari kebutuhan organisasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik,” tegas H Faisal di hadapan keluarga besar MAN 1 Sumbawa.
Menurut H Faisal, setiap jabatan membawa amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan secara profesional. Ketika organisasi memberikan amanah baru kepada seorang pejabat, yang bersangkutan harus siap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab di tempat yang baru.
Ia juga menilai pergantian pimpinan tidak menghapus pengabdian yang telah diberikan oleh pejabat sebelumnya. Sebaliknya, pergantian kepemimpinan menjadi bagian dari proses organisasi untuk menjaga keberlanjutan program sekaligus membuka ruang bagi lahirnya gagasan dan inovasi baru.
“Setiap amanah harus kita terima dengan penuh tanggung jawab. Pergantian kepemimpinan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, tetapi menjadi momentum untuk menghadirkan semangat baru, inovasi, kolaborasi, dan peningkatan kinerja,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, H Faisal mengingatkan seluruh jajaran MAN 1 Sumbawa agar tetap menjaga soliditas dan kebersamaan. Ia menekankan bahwa kemajuan sebuah madrasah tidak hanya bergantung pada kepala madrasah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh unsur yang berada di dalamnya.
Guru, tenaga kependidikan, peserta didik, serta seluruh unsur pendukung pendidikan, kata Faisal, memiliki peran masing-masing dalam menjalankan program dan meningkatkan kualitas madrasah. Karena itu, ia meminta seluruh keluarga besar MAN 1 Sumbawa membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dalam menjalankan tugas.
H Faisal juga berharap kepala MAN 1 Sumbawa yang baru dapat melanjutkan berbagai program positif yang telah dirintis pimpinan sebelumnya. Di sisi lain, ia mendorong kepala madrasah baru menghadirkan inovasi yang mampu memperkuat mutu pendidikan, meningkatkan prestasi peserta didik, serta memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita terus memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik dan masyarakat. Kepala madrasah boleh berganti, tetapi semangat pengabdian dan komitmen untuk memajukan madrasah harus tetap berjalan,” katanya.
Rangkaian kegiatan pisah sambut kemudian berlanjut dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan (BAST) Kepala MAN 1 Sumbawa. Penandatanganan tersebut menandai peralihan kepemimpinan dari kepala madrasah sebelumnya, Zulhidayat SPd, kepada kepala madrasah yang baru, H Adiat Hasan SAg.
Serah terima jabatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Keluarga besar MAN 1 Sumbawa memberikan penghargaan atas pengabdian Zulhidayat selama menjalankan tugas sebagai kepala madrasah.
Pada saat yang sama, keluarga besar MAN 1 Sumbawa menyambut H Adiat Hasan sebagai kepala madrasah yang baru. Pergantian tersebut sekaligus membuka babak baru dalam pengelolaan MAN 1 Sumbawa di bawah kepemimpinan yang baru.
Dalam prosesi tersebut, jajaran madrasah mengikuti rangkaian kegiatan serah terima jabatan sebagai bagian dari proses administrasi dan peralihan tanggung jawab kepemimpinan. Kegiatan itu juga menjadi ruang bagi keluarga besar madrasah untuk mempererat kebersamaan di tengah perubahan kepemimpinan.
Pergantian kepala madrasah turut menempatkan keberlanjutan program sebagai salah satu perhatian utama. Kepala madrasah yang baru diharapkan dapat menjaga program yang telah berjalan sekaligus mengembangkan langkah-langkah baru sesuai kebutuhan madrasah dan perkembangan dunia pendidikan.
Kegiatan pisah sambut berlangsung hangat dengan kehadiran keluarga besar MAN 1 Sumbawa. Para guru dan tenaga kependidikan mengikuti rangkaian kegiatan tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap pimpinan sebelumnya sekaligus menyambut kepala madrasah yang baru. (Gac)