Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Harga sejumlah komoditas pangan pokok di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai mengalami kenaikan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus. Meski beberapa komoditas telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat memastikan kondisi tersebut masih terkendali dan belum memicu gejolak di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa Barat, Suryaman, mengatakan kenaikan harga mulai terpantau dalam dua hingga tiga hari terakhir. Sejumlah kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan di antaranya beras premium, daging ayam, dan daging sapi.
"Kenaikannya memang ada dan sudah di atas HET, tetapi masih dalam batas yang dapat dijangkau," ujar Suryaman.
Berdasarkan hasil pemantauan Diskoperindag di sejumlah pasar, harga beras premium kini mencapai Rp16.000 per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam berada pada kisaran Rp50.000 per kilogram dengan fluktuasi yang masih terus dipantau oleh pemerintah daerah.
Menurut Suryaman, pergerakan harga kebutuhan pokok menjelang hari besar nasional merupakan kondisi yang lazim terjadi akibat meningkatnya permintaan masyarakat. Meski demikian, pemerintah daerah tetap melakukan pengawasan secara intensif untuk memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga dan kenaikan harga tidak berlangsung secara signifikan.
Upaya pengendalian harga dilakukan melalui koordinasi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Pemantauan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan organisasi perangkat daerah terkait. Dinas teknis bertugas menghimpun dan memperbarui data perkembangan harga di lapangan, sedangkan langkah-langkah stabilisasi dikoordinasikan oleh Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah bersama TPID.
Pemkab Sumbawa Barat juga menyiapkan langkah antisipatif apabila tren kenaikan harga terus berlanjut. Salah satu skema yang telah disiapkan adalah pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) atau operasi pasar guna menjaga stabilitas harga sekaligus membantu daya beli masyarakat.
"Jika trennya terus naik, TPID akan segera menggelar rapat untuk menentukan langkah intervensi. Salah satu upaya stabilisasi yang disiapkan adalah pelaksanaan Gerakan Pangan Murah atau operasi pasar," kata Suryaman.
Pemerintah berharap langkah pemantauan dan intervensi yang telah disiapkan dapat menjaga stabilitas harga bahan pokok hingga perayaan HUT Kemerdekaan RI. Selain menjamin ketersediaan pasokan, upaya tersebut juga menjadi bagian dari pengendalian inflasi daerah agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan baik. (Gbw)