Sumbawa Besar, GaungNUSRA Online
Kasus penganiayaan berdarah yang melibatkan seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) menggemparkan warga Dusun Labuhan Terata Desa Labuhan Kuris Kecamatan Lape. Insiden tragis yang dipicu oleh pertengkaran mulut antar-ibu rumah tangga tersebut berakhir mengerikan setelah terduga pelaku, Fr alias Ping (40), yang diketahui berprofesi sebagai guru Sekolah Dasar (SD), nekat menebas dua wanita yang merupakan tetangganya sendiri, menggunakan sebilah parang.
Peristiwa mencekam ini terjadi, Jumat (22/5) sekitar pukul 20.00 Wita, tepat di depan rumah terduga pelaku di lingkungan RT 004 RW 013. Dua orang wanita menjadi korban kebrutalan sang oknum guru, yakni Bulaeng yang mengalami luka sayatan parah di bagian punggung belakang, serta anak kandungnya, Cantika, yang menderita luka robek serius di bagian kepala akibat sabetan senjata tajam.
Kapolres Sumbawa melalui Kapolsek Lape, Iptu Sumarlin SH, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan penganiayaan berat tersebut. Pihaknya bergerak cepat setelah menerima pengaduan dari suami korban, Aedi (42), sesaat setelah kejadian berdarah itu berlangsung.
"Benar, anggota Piket Jaga Regu II Polsek Lape telah menerima pengaduan terkait tindak pidana penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis parang. Terduga pelaku berinisial Fr alias P, seorang oknum PNS, sudah berhasil kami amankan malam itu juga demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Sumarlin, Sabtu (23/5).
Menurut Sumarlin, kronologis kejadian bermula ketika istri dari pelapor, Bulaeng, sedang pergi berbelanja ke sebuah kios milik warga setempat bernama Titin. Di kios tersebut, secara kebetulan korban bertemu dengan Rahmatia yang merupakan istri dari terduga pelaku. Entah apa yang menjadi pemantiknya, kedua perempuan yang hidup bertetangga tersebut tiba-tiba terlibat adu mulut dan cekcok yang cukup sengit.
Mendengar keributan yang terjadi tidak jauh dari rumahnya, Fr mendadak keluar dari dalam rumah, sembari menenteng sebilah parang yang terhunus. Tanpa banyak bicara dan diduga tersulut emosi melihat istrinya bertengkar, pria berusia 40 tahun itu langsung mengayunkan parangnya ke arah Bulaeng. Sabetan keras itu mengenai punggung belakang korban hingga menyebabkan luka robek yang cukup dalam.
Melihat situasi kian memanas, Cantika, anak dari Bulaeng, langsung bergegas mendekat dengan maksud memberikan pertolongan. Namun nahas, kehadiran Cantika justru menyulut emosi pelaku yang sudah gelap mata. Tanpa ampun, Fr kembali mengayunkan senjata tajamnya ke arah Cantika. Tebasan parang tersebut telak mengenai bagian kepala korban hingga mengalami luka robek serius.
Usai melakukan aksi brutalnya, terduga pelaku langsung masuk kembali ke dalam rumahnya, sementara warga sekitar yang menyaksikan peristiwa mengerikan itu segera berdatangan untuk mengevakuasi kedua korban. Dalam kondisi kritis dan berlumuran darah, Bulaeng dan Cantika langsung dilarikan oleh pihak keluarga ke Puskesmas Kecamatan Lape, guna mendapatkan penanganan medis darurat secara intensif.
Pihak Polsek Lape yang menerima laporan darurat tersebut, langsung mengerahkan personel ke lokasi kejadian perkara (TKP). Dipimpin langsung oleh perwira piket, polisi bergerak cepat mengamankan terduga pelaku dari potensi amukan massa. Polisi kemudian membawa Fr ke Markas Polsek Lape, bersama barang bukti sebilah parang yang digunakan untuk menganiaya korban.
"Tindakan kepolisian yang sudah kami lakukan antara lain menerima pengaduan resmi, meminta keterangan dari pelapor serta saksi korban yang berada di lokasi, dan mengamankan terduga pelaku ke rutan Polsek Lape. Saat ini terduga pelaku tengah menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum," urai Sumarlin.
Ia juga mengimbau kepada pihak keluarga korban dan seluruh masyarakat Dusun Labuhan Terata, agar tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada aparat penegak hukum. Hingga berita ini diturunkan, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Lape pasca-insiden berdarah tersebut dilaporkan kembali kondusif dan terpantau aman terkendali. (Gar)