PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

HUT Ke-64 PWRI, Ajang Silaturahim Dan Melanjutkan Pengabdian Kepada Negara

E
Penulis Editor
Tanggal 11 Aug 2026, 18:36 WITA
 HUT Ke-64 PWRI, Ajang Silaturahim Dan Melanjutkan Pengabdian Kepada Negara
Mengusung semangat "Purnabakti Bukan Akhir Pengabdian", sekitar 500 anggota PWRI dari delapan kecamatan di Kabupaten Sumbawa memperingati HUT ke-64 PWRI

Sumbawa Besar, GaungNUSRA 

Keluarga besar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Sumbawa menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 PWRI Tahun 2026 sebagai momentum mempererat silaturahim sekaligus meneguhkan semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Momentum tersebut dikemas melalui kegiatan family gathering yang berlangsung di Pantai Ai Lemak, Kabupaten Sumbawa, Sabtu (8/8). Sekitar 500 anggota PWRI dari delapan kecamatan hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Suasana kekeluargaan langsung terasa sejak kegiatan dimulai. Para anggota PWRI yang sebagian besar merupakan purnabakti aparatur pemerintah tampak menikmati kebersamaan di kawasan Pantai Ai Lemak. Mereka tidak hanya bertemu untuk memperingati hari jadi organisasi, tetapi juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk kembali memperkuat hubungan persaudaraan setelah menjalani masa pengabdian yang panjang.

Panitia mengawali kegiatan dengan senam bersama. Para peserta mengikuti gerakan senam dengan penuh semangat. Setelah itu, kegiatan berlanjut dengan berbagai agenda kebersamaan yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban.

Ketua PWRI Kabupaten Sumbawa, Dr Drs Muhammad Ikhsan Safitri MSi, mengatakan peringatan HUT ke-64 PWRI tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, peringatan hari jadi harus mampu memperkuat rasa persaudaraan sekaligus membangkitkan kembali semangat para purnabakti untuk tetap berkontribusi di tengah masyarakat.

Ia menegaskan, masa purnabakti bukan akhir dari perjalanan pengabdian. Pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki para anggota PWRI masih dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Purnabakti bukan berarti berhenti mengabdi. Kita tetap dapat memberikan sumbangsih pemikiran, pengalaman, dan keteladanan bagi masyarakat sesuai dengan kemampuan kita masing-masing,” ujarnya.

Ikhsan menilai, para purnabakti memiliki pengalaman panjang dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Pengalaman tersebut, kata dia, merupakan modal penting yang dapat terus dibagikan kepada generasi berikutnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh anggota PWRI untuk menjaga kebersamaan dan terus membangun komunikasi. Selain memperkuat organisasi, silaturahim juga menjadi ruang untuk saling memberikan dukungan dan berbagi pengalaman.

Rangkaian peringatan HUT PWRI tersebut juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan Ustaz M Lutfi Makki SPd MSi. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh anggota PWRI dan keluarga yang hadir untuk meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT.

Menurutnya, usia, kesehatan, kesempatan berkumpul bersama keluarga besar, serta perjalanan panjang dalam pengabdian merupakan nikmat yang patut disyukuri.

Ia mengingatkan para peserta agar tidak berhenti mensyukuri berbagai nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Rasa syukur, katanya, harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap positif dan perbuatan yang bermanfaat bagi sesama.

“Jangan pernah berhenti bersyukur kepada Allah SWT. Karena apabila kita pandai bersyukur, Allah telah menjanjikan akan menambah nikmat-Nya. Sebaliknya, apabila kita kufur terhadap nikmat Allah, maka Allah memberikan peringatan dengan azab yang pedih,” ungkapnya, mengutip pesan Al-Qur'an dalam QS. Ibrahim ayat 7.

Peringatan HUT ke-64 PWRI Kabupaten Sumbawa berlangsung meriah tanpa meninggalkan suasana kekeluargaan. Para peserta memanfaatkan kegiatan tersebut untuk bercengkerama, bernostalgia, dan mempererat kembali hubungan antarsesama anggota.

Kegiatan itu sekaligus memperlihatkan bahwa usia dan status purnabakti tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk tetap aktif dalam kehidupan sosial. Para anggota PWRI masih memiliki ruang untuk berkarya, berbagi pengalaman, menjaga silaturahim, dan memberikan kontribusi sesuai kemampuan masing-masing.

Semangat tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan PWRI Kabupaten Sumbawa. Setelah puluhan tahun mengabdikan diri melalui tugas kedinasan, para purnabakti kini tetap memiliki kesempatan untuk meneruskan pengabdian dalam bentuk yang berbeda, baik melalui pemikiran, pengalaman maupun keteladanan.

Peringatan HUT ke-64 PWRI pun diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi titik penguat bagi seluruh anggota untuk menjaga kesehatan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Semoga keluarga besar PWRI Kabupaten Sumbawa senantiasa diberikan kesehatan, umur yang panjang dalam keberkahan, kekuatan untuk terus bersilaturahim, serta kesempatan untuk tetap memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, daerah, bangsa, dan negara,” menjadi harapan dalam peringatan HUT ke-64 PWRI tersebut. (Gac/**) 

Bagikan Berita Ini: