Sumbawa Besar, GaungNUSRAonline
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sumbawa, khususnya Desa Kalabeso Kecamatan Buer, 12 hingga 13 April 2026, menyebabkan kerusakan pada lima titik bronjong sungai dengan panjang masing-masing sekitar 10 meter.
Kepala Desa Kalabeso, Sirajuddin Fattah, menyampaikan bahwa kondisi tersebut berdampak cukup serius terhadap infrastruktur pengaman sungai dan menimbulkan kekhawatiran warga akan potensi banjir susulan yang dapat mengancam permukiman.
Hal itu disampaikan Sirajuddin dalam keterangannya di Kantor Bupati Sumbawa, Senin (13/4). Ia menjelaskan, pihaknya telah kembali melayangkan surat permohonan kepada Bupati Sumbawa, agar segera dilakukan perbaikan terhadap bronjong yang rusak tersebut.
Menurutnya, usulan perbaikan sebenarnya telah dua kali disampaikan kepada pemerintah daerah. Bahkan, sebelum kerusakan terjadi, tim dari Inspektorat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbawa sempat turun meninjau langsung lokasi.
“Namun sangat disayangkan, saat itu belum bisa dimasukkan dalam skema anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT),” ujarnya.
Sirajuddin mengungkapkan, hujan deras yang terjadi berlangsung cukup lama dengan intensitas tinggi, sehingga mengakibatkan lima titik bronjong mengalami kerusakan berat. Kondisi ini, kata dia, membuat warga semakin khawatir jika hujan kembali turun dan menyebabkan luapan air sungai ke area permukiman.
“Jarak sungai dengan permukiman sangat dekat, sehingga perbaikan menjadi sangat mendesak,” katanya.
Ia menegaskan, tanpa adanya penanganan segera, potensi risiko banjir di Desa Kalabeso akan semakin besar dan dapat mengancam keselamatan warga. Pihaknya berharap, pemerintah kabupaten dapat segera merespons kondisi tersebut dengan langkah penanganan darurat. Mengingat, fungsi bronjong sangat vital sebagai penahan arus sungai dan pelindung permukiman warga di wilayah tersebut. (Gad)