Sumbawa Besar, GaungNUSRA Online
Pedagang daging sapi di Pasar Seketeng Kota Sumbawa, mengeluhkan stagnasi harga jual yang telah berlangsung selama empat hingga lima tahun terakhir. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada pendapatan pedagang maupun kesejahteraan peternak, di tengah kenaikan harga berbagai komoditas lain.
Salah seorang pedagang, Arifan, mengungkapkan bahwa hingga saat ini harga daging sapi di wilayah Sumbawa masih bertahan di angka Rp120 ribu per kilogram. Sementara itu, di wilayah Sumbawa Barat, harga sudah mencapai Rp140 ribu per kilogram.
“Sudah sekitar empat sampai lima tahun ini harganya tetap Rp120 ribu per kilogram. Ketika harga tidak bisa dinaikkan, otomatis taraf hidup peternak ikut terdampak. Kami sebagai pedagang juga merasakan hal yang sama, karena nilai ekonomisnya tidak ada peningkatan,” ujar Arifan, Sabtu (25/4).
Menurutnya, kondisi ini semakin memprihatinkan karena tidak adanya penyesuaian harga meski biaya hidup dan harga kebutuhan pokok lainnya terus meningkat. Ia mencontohkan harga cabai yang mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, sementara daging sapi sebagai komoditas penting justru stagnan.
“Ini kan daging, kebutuhan pokok juga. Wajar kalau pedagang berharap ada penyesuaian harga, apalagi komoditas lain sudah naik,” katanya.
Arifan menambahkan, momentum hari besar keagamaan seperti Iduladha yang biasanya diharapkan mampu mendongkrak penjualan, justru tidak memberikan dampak signifikan. Hal ini disebabkan masyarakat cenderung menunggu pembagian daging kurban.
“Kalau Iduladha tidak terlalu berpengaruh karena warga menunggu daging kurban. Justru saat Idulfitri ada sedikit peningkatan, tapi tetap tidak signifikan,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa aspirasi pedagang sebenarnya telah disampaikan melalui asosiasi. Namun hingga kini belum ada perubahan kebijakan yang berdampak pada kenaikan harga di tingkat lokal.
Menariknya, Arifan mengungkapkan bahwa harga daging sapi asal Sumbawa bisa mengalami lonjakan ketika dipasarkan ke luar daerah. Di Mataram misalnya, harga daging sapi dapat mencapai Rp160 ribu per kilogram, bahkan berpotensi lebih tinggi jika dipasarkan hingga Jakarta.
“Kalau dikirim ke luar daerah, harganya bisa jauh lebih tinggi. Ini yang membuat kami bertanya-tanya kenapa di daerah sendiri tidak bisa naik,” ujarnya.
Para pedagang berharap adanya perhatian dari pihak terkait untuk meninjau kembali kebijakan harga daging sapi di Sumbawa. Mereka menilai, penyesuaian harga menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan usaha pedagang, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak lokal. (Gar)