Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Festival Pesona MU III Kecamatan Moyo Utara kembali hadir dengan mengangkat kekayaan budaya, potensi ekonomi, pariwisata, dan sejarah masyarakat setempat. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa, Dr H Budi Prasetiyo, membuka secara resmi festival tersebut di Halaman Kantor Camat Moyo Utara, Sabtu (29/8).
Sekda Sumbawa mengapresiasi Pemerintah Kecamatan Moyo Utara bersama seluruh elemen masyarakat yang kembali menggelar agenda tahunan tersebut. Ia menilai, Festival Pesona MU memiliki ruang strategis untuk memperkenalkan berbagai potensi Moyo Utara kepada masyarakat yang lebih luas.
Menurut Sekda, Moyo Utara memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan daerah. Potensi itu mencakup kebudayaan, tradisi masyarakat, pertanian, wilayah pesisir, pariwisata, hingga berbagai jejak sejarah yang melekat dalam kehidupan masyarakat setempat.
Ia meminta masyarakat dan pemerintah kecamatan tidak hanya menjadikan festival sebagai agenda hiburan. Sekda mendorong penyelenggara mengemas setiap rangkaian kegiatan, agar mampu memberi ruang bagi masyarakat untuk mempromosikan produk dan mengembangkan aktivitas ekonomi.
“Festival ini harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kita berharap agenda ini menggerakkan roda UMKM, meningkatkan penjualan produk lokal, membuka ruang kreativitas bagi generasi muda, serta memberikan panggung apresiasi bagi para seniman dan pelaku budaya,” ujar Sekda.
Menurutnya, festival tingkat kecamatan dapat menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha, seniman, komunitas, generasi muda, dan masyarakat. Interaksi tersebut dapat membuka peluang promosi produk lokal sekaligus memperluas jaringan pemasaran bagi UMKM.
Sekda juga mengaitkan penyelenggaraan Festival Pesona MU dengan persiapan Kabupaten Sumbawa menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2028. Ia mendorong pemerintah kecamatan mengembangkan agenda budaya lokal sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan pusaka Sumbawa.
“Festival-festival seperti Pesona MU ini bisa menjadi bagian dari ruang untuk memperkenalkan pusaka alam, sejarah, dan tradisi Sumbawa. Kita harus mulai mengemas potensi tersebut agar mampu dikenal lebih luas,” ujarnya.
Ia menilai pengenalan pusaka tidak hanya membutuhkan kegiatan berskala besar. Pemerintah dapat memulai promosi dari kegiatan masyarakat di tingkat kecamatan dengan mengangkat cerita, tradisi, kesenian, kuliner, kawasan bersejarah, serta potensi alam yang dimiliki masing-masing wilayah.
Dalam rangkaian Festival Pesona MU III, panitia juga menghadirkan Ekspedisi Panglima Saleh. Kegiatan tersebut menjadi salah satu perhatian Sekda karena menggabungkan aktivitas petualangan dengan potensi penelusuran sejarah di wilayah Moyo Utara.
Sekda meminta peserta tidak memandang ekspedisi tersebut sebatas kegiatan trabas atau aktivitas hobi. Ia mendorong peserta dan masyarakat mengembangkan kegiatan tersebut menjadi sarana untuk menelusuri lokasi, mengumpulkan informasi, serta mendokumentasikan jejak sejarah perjuangan masyarakat di tanah Moyo Utara.
Menurutnya, dokumentasi tersebut dapat memperkaya bahan promosi budaya dan sejarah daerah. Masyarakat dapat memanfaatkan foto, video, tulisan, serta media digital untuk mengenalkan berbagai situs dan cerita sejarah kepada generasi muda.
Sekda juga meminta generasi muda mengambil peran lebih besar dalam menjaga budaya lokal. Ia mendorong anak muda menggunakan kreativitas dan teknologi untuk memperkenalkan tradisi daerah dengan cara yang lebih menarik dan sesuai perkembangan zaman.
Ia menilai media sosial dapat menjadi salah satu sarana efektif untuk mempromosikan kesenian, tradisi, produk UMKM, destinasi wisata, serta berbagai potensi daerah. Generasi muda dapat mengemas konten budaya secara kreatif sekaligus memperluas jangkauan promosi.
Festival Pesona MU III berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Pemerintah Kecamatan Moyo Utara mengajak pelaku seni, budayawan, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku usaha, dan masyarakat umum untuk mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan.
Pembukaan festival ditandai dengan seremoni resmi oleh Sekda Sumbawa. Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati Sumbawa, anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, para kepala perangkat daerah, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1607/Sumbawa, perwakilan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), serta Camat Moyo Utara bersama jajaran dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).
Hadir pula para kepala desa se-Kecamatan Moyo Utara, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, seniman, budayawan, serta masyarakat Moyo Utara yang mengikuti pembukaan Festival Pesona MU III. (Gam)