PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Empat Pustu Tuntas Direhabilitasi, Usulan DAK Kesehatan Sumbawa 2027 Dapat Lampu Hijau

Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berupaya meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah terpencil dan sangat terpencil. Setelah menuntaskan rehabilitasi empat Puskesmas Pembantu (Pustu) pada 2026,

E
Penulis Editor
Tanggal 30 Oct 2026, 18:00 WITA
Empat Pustu Tuntas Direhabilitasi, Usulan DAK Kesehatan Sumbawa 2027 Dapat Lampu Hijau
Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Kesehatan (Dikes) sukses menuntaskan rehabilitasi empat Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Labuhan Sangoro, Teladan, Lito, dan Labuhan Ijuk berbasis alokasi DAU APBD 2026 (29/10/2026).

Sumbawa Besar, GaungNUSRA

Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berupaya meningkatkan fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah terpencil dan sangat terpencil. Setelah menuntaskan rehabilitasi empat Puskesmas Pembantu (Pustu) pada 2026, Dinas Kesehatan (Dikes) Sumbawa kini mengusulkan sejumlah program pembangunan dan peningkatan fasilitas kesehatan untuk mendapatkan dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2027.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H Sarip Hidayat SKM M.AP, mengatakan pembangunan sarana dan prasarana kesehatan akan terus dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran daerah. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah pusat juga terus diperkuat agar berbagai usulan pembangunan kesehatan di Sumbawa mendapatkan dukungan anggaran.

Hal tersebut disampaikan Sarip saat memberikan keterangan pers di ruang kerjanya, Kamis (29/10).

Ia menjelaskan, pada 2026 Dikes Sumbawa tidak memperoleh bantuan DAK untuk kegiatan fisik seperti tahun-tahun sebelumnya akibat keterbatasan anggaran. Namun, pemerintah daerah mendapatkan alokasi Dana Alokasi Umum (DAU) melalui APBD sekitar Rp350 juta yang dimanfaatkan untuk rehabilitasi empat Pustu.

“Keempat Pustu yang mendapatkan rehabilitasi tersebut, yakni Pustu Desa Labuhan Sangoro Kecamatan Maronge untuk pembangunan pagar, Pustu Desa Teladan Kecamatan Lenangguar dan Desa Lito Kecamatan Moyo Hulu untuk rehabilitasi ringan, serta Pustu Desa Labuhan Ijuk Kecamatan Lape,” papar Sarip.

Menurutnya, sejak 15 September lalu, seluruh pekerjaan rehabilitasi keempat Pustu tersebut telah diselesaikan. Saat ini, fasilitas tersebut memasuki masa pemeliharaan selama enam bulan ke depan.

Dengan selesainya pembenahan tersebut, diharapkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat di masing-masing wilayah dapat semakin ditingkatkan.

Sarip mengungkapkan, dari total 165 desa dan kelurahan di Kabupaten Sumbawa, sebanyak 98 unit Pustu telah tersedia, termasuk tujuh unit yang dibangun pada 2025. Dengan demikian, masih terdapat 67 desa dan kelurahan yang membutuhkan pembangunan Pustu.

Meski demikian, desa yang belum memiliki Pustu masih dapat memanfaatkan fasilitas Polindes maupun kantor desa untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

“Yang jelas Sumbawa masih kekurangan 67 unit Pustu dan secara bertahap akan diupayakan pembangunannya ke depan. Keberadaan Pustu ini dinilai sangat penting dalam memenuhi konsep integrasi layanan primer, yakni satu desa satu Pustu dengan satu bidan, satu perawat, dibantu dua kader,” jelasnya.

Usulan Program 2027

Selain menuntaskan program rehabilitasi tahun ini, Pemkab Sumbawa melalui Dikes juga telah menyiapkan sejumlah usulan pembangunan dan pembenahan sarana prasarana kesehatan untuk mendapatkan dukungan DAK 2027 dari Kementerian Kesehatan.

Sarip menyebutkan, hasil koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat memberikan sinyal positif terhadap peluang dukungan anggaran bagi sejumlah program yang diusulkan, terutama untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah terpencil dan sangat terpencil.

“Setelah dilakukan koordinasi, komunikasi, dan lobi ke pusat, alhamdulillah terkait pembangunan dan pembenahan sejumlah sarana prasarana fasilitas kesehatan di wilayah terpencil dan sangat terpencil, kita telah mendapatkan lampu hijau untuk bisa mendapatkan bantuan DAK 2027 mendatang. Dalam waktu dekat ini seluruh dokumen usulan segera disampaikan ke pusat melalui desk,” ungkapnya.

Adapun program yang diusulkan meliputi pengadaan dua unit mobil ambulans dobel gardan (4x4) untuk mendukung operasional pelayanan Puskesmas Batulanteh dan Lantung.

Selain itu, terdapat dua paket pembangunan Pustu baru di Desa Semamung Kecamatan Moyo Hulu dan Desa Lunyuk Ode Kecamatan Lunyuk. Dikes juga mengusulkan renovasi Pustu Desa Boak Kecamatan Unter Iwes dan Desa Brang Rea Kecamatan Moyo Hulu.

Menurut Sarip, usulan tersebut telah beberapa kali dikoordinasikan dengan pemerintah pusat. Dengan adanya sinyal positif untuk mendapatkan dukungan DAK 2027, pihaknya optimistis program tersebut berpeluang direalisasikan, meskipun besaran alokasi anggaran sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.

Ia menambahkan, berdasarkan luas wilayah dan jangkauan pelayanan kesehatan, Kabupaten Sumbawa masih membutuhkan peningkatan sarana dan prasarana, termasuk penambahan tenaga kesehatan serta dokter, terutama di wilayah terpencil dan sangat terpencil.

Beberapa wilayah yang masih membutuhkan perhatian tersebut di antaranya Batulanteh dan Mate Mega, Desa Marente, Kecamatan Alas.

“Oleh karena itu, ke depan kami berharap adanya penambahan tenaga kesehatan dan dokter melalui rekrutmen CPNS, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat dapat lebih ditingkatkan,” pungkasnya. (Gad) 

Bagikan Berita Ini: