Mataram, GaungNUSRA
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan kepulangan Muhammad Yanuar Fikri, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kota Mataram yang sebelumnya berada di Myanmar.
Yanuar dijemput langsung oleh Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja (Penta) Disnakertrans NTB, H Isnanto Karyawan atau yang akrab disapa Wawan, di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (ZAM). Penjemputan tersebut turut melibatkan Disnaker Kota Mataram dan Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB.
Kepala Disnakertrans NTB Aidy Furqan melalui H Isnanto Karyawan mengatakan, proses pemulangan Yanuar dilakukan melalui koordinasi pemerintah daerah dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Myanmar.
Menurut Wawan, proses pemulangan membutuhkan waktu karena Yanuar diketahui berangkat ke luar negeri melalui jalur nonprosedural. Keberangkatannya yang bermula dari Bali juga menjadi salah satu kendala dalam proses pelacakan.
“Bagaimanapun, apakah dia nonprosedural atau prosedural, perintah pimpinan, Pak Gubernur, kita harus pulangkan karena kemanusiaan,” kata Wawan.
Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, Yanuar awalnya disebut hendak menuju Singapura. Namun, dalam perkembangannya, ia justru diketahui berada di Myanmar.
Kondisi tersebut membuat Disnakertrans NTB berkoordinasi dengan KBRI di Yangon untuk membantu proses pemulangan hingga Yanuar dapat kembali ke Indonesia.
Wawan menambahkan, pemeriksaan oleh otoritas imigrasi Myanmar di sejumlah titik turut memengaruhi waktu penyelesaian proses pemulangan.
Menurutnya, penjemputan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap PMI yang menghadapi persoalan di luar negeri, tanpa membedakan status keberangkatan mereka.
“Inilah bentuk kepedulian Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kota Mataram terhadap PMI yang bekerja di luar negeri, baik yang berangkat melalui prosedur resmi maupun nonprosedural, apabila mengalami permasalahan di luar negeri. Terima kasih juga kepada teman-teman jurnalis yang tergabung di PWI yang turut mengawal kasus ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah berupaya memberikan bantuan berdasarkan pertimbangan kemanusiaan kepada setiap pekerja migran yang membutuhkan penanganan.
Selama proses pemulangan berlangsung, pihaknya juga terus menerima komunikasi dari keluarga Yanuar, termasuk ibunya dan ayahnya, H Herman. Keluarga beberapa kali menghubungi jajaran Disnakertrans NTB untuk mengetahui perkembangan kepulangan Yanuar.
Terkait penanganan kasus tersebut, Wawan mengatakan pihaknya akan menyampaikan laporan secara lengkap kepada pimpinan setelah Kepala Disnakertrans NTB kembali dari tugas dinas.
“Laporan yang kami sampaikan masih secara umum. Keterangan yang lebih lengkap nanti akan disampaikan oleh pimpinan setelah beliau kembali dari tugas dinas,” jelasnya.
Sebelumnya, Muhammad Yanuar Fikri menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB serta jajaran Disnakertrans NTB yang telah membantu proses kepulangannya.
Dalam video yang dikirimkan pada Selasa (27/10), Yanuar menyampaikan terima kasih tersebut saat berada di Bandara Bangkok, Thailand, sebelum melanjutkan perjalanan ke Indonesia.
Disnakertrans NTB juga mengimbau masyarakat yang berminat bekerja ke luar negeri agar mengikuti prosedur resmi penempatan pekerja migran Indonesia guna menghindari berbagai risiko selama bekerja di negara tujuan. (Gal)