Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Pemerintah Kabupaten Sumbawa pada Tahun Anggaran 2026 memperoleh empat paket proyek pembangunan sarana dan prasarana air minum, dengan total pagu anggaran sekitar Rp48 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Seluruh proyek tersebut saat ini masih dalam tahap pelaksanaan dan dinilai berjalan sesuai target.
Direktur Utama Perumdam Batulanteh Sumbawa, H Abdul Hakim SE, Senin (3/8), mengatakan progres pelaksanaan pekerjaan fisik di seluruh paket proyek menunjukkan perkembangan yang positif.
Menurutnya, keberhasilan Kabupaten Sumbawa memperoleh empat paket proyek strategis tersebut merupakan hasil koordinasi dan komunikasi intensif antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa dengan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), khususnya Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA), Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW), serta Balai Wilayah Sungai (BBWS).
"Empat paket proyek ini merupakan upaya bersama untuk memperkuat infrastruktur air minum di Kabupaten Sumbawa sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan," ujarnya.
Paket pertama adalah proyek Optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Semongkat yang meliputi rehabilitasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Kantor Pusat Perumdam Batulanteh, Desa Pungka, Kecamatan Unter Iwes, pembangunan sejumlah fasilitas pendukung, serta penggantian pipa distribusi sepanjang enam kilometer. Rinciannya, sepanjang 2,5 kilometer di kawasan PPN Bukit Permai dan 3,5 kilometer pada jalur Moyo Hilir menuju Moyo Utara.
Proyek tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp19,3 miliar yang bersumber dari APBN melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR. Pelaksanaan pekerjaan dipercayakan kepada PT Duta Abadi dengan masa kontrak selama 225 hari, terhitung sejak Mei hingga Desember 2026. Hingga awal Agustus, progres fisik proyek telah melampaui 30 persen.
Paket kedua berupa pembangunan jaringan distribusi utama pada akses menuju Bendungan Beringin Sila Utan serta penambahan sambungan rumah di wilayah pelayanan Utan dan Alas Marente. Proyek ini memiliki pagu anggaran sebesar Rp8,9 miliar dengan progres pekerjaan fisik sekitar 20 persen.
Selanjutnya, paket ketiga merupakan Optimalisasi SPAM Marente yang mencakup rehabilitasi Instalasi Pengolahan Air Marente untuk wilayah pelayanan Kecamatan Alas. Proyek dengan nilai anggaran Rp900 juta tersebut juga sedang berjalan dengan capaian fisik sekitar 20 persen.
Sementara itu, paket keempat adalah Optimalisasi Intake dan pembangunan jaringan pipa transmisi Semongkat sepanjang 5,5 kilometer dengan pagu anggaran sebesar Rp20 miliar yang bersumber dari Balai Wilayah Sungai di bawah Direktorat Jenderal SDA Kementerian PUPR. Saat ini proyek tersebut masih dalam tahap pelaksanaan.
Abdul Hakim berharap seluruh proyek dapat diselesaikan sesuai jadwal sehingga mampu meningkatkan kapasitas sistem penyediaan air minum, memperkuat jaringan distribusi, serta memperbaiki kualitas pelayanan kepada masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Sumbawa.
Selain empat paket yang sedang berjalan, pihaknya bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga terus mengupayakan tambahan dukungan dari pemerintah pusat untuk sejumlah program lanjutan, termasuk penataan sumber mata air Ai Ngelar dan pengembangan infrastruktur air minum di kawasan lainnya. (Gad)