Sumbawa Besar, GaungNusra
Empat unit mesin combine bantuan pemerintah yang berada di Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa diduga tidak dimanfaatkan selama lebih dari setahun. Dua unit merupakan bantuan pemerintah pusat, sementara dua unit lainnya berasal dari Dinas Pertanian Provinsi NTB.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa H Junaidi SPt, didampingi Sekretaris Dinas Pertanian Mukhlis SP MSi, membenarkan kondisi tersebut saat dikonfirmasi, Rabu (7/10/2026).
Junaidi yang belum genap sebulan menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian mengaku kaget saat pertama kali melihat sejumlah combine terparkir di belakang kantor. Setelah dikonfirmasi kepada bidang terkait, ia memperoleh informasi bahwa empat unit tersebut merupakan bantuan pemerintah yang diterima Sumbawa pada tahun sebelumnya.
“Terus terang ketika pertama kali saya masuk Dinas Pertanian, saya kaget begitu melihat ada combine yang berada di belakang kantor sedang parkir. Saya segera mengonfirmasi dengan bidang terkait dan mendapatkan informasi kalau Sumbawa pada tahun sebelumnya telah mendapatkan bantuan empat unit combine dari pemerintah pusat maupun provinsi,” ujarnya.
Menurut Junaidi, persoalan administrasi menjadi salah satu kendala pemanfaatan alat tersebut. Dokumen bantuan dua unit dari pemerintah pusat disebut tidak tersedia, sedangkan dokumen dua unit bantuan dari Provinsi NTB dinilai belum lengkap.
“Setelah ditelusuri, ternyata setahun lebih tidak dimanfaatkan. Bantuan dua unit dari pemerintah pusat dokumen suratnya tidak ada, sedangkan bantuan dua unit dari Provinsi NTB dokumennya tidak lengkap. Bahkan, kondisi dua unit combine saat ini tidak bisa hidup,” jelasnya.
Atas kondisi tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa telah melakukan koordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi NTB maupun Kementerian Pertanian melalui direktorat jenderal terkait.
Koordinasi tersebut dilakukan pada 21 September 2026 di Jakarta, bertepatan dengan kegiatan Bioetanol. Pembahasan mencakup kelengkapan administrasi bantuan serta rencana pemanfaatan empat unit combine tersebut ke depan.
Junaidi mengatakan, pihaknya masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat dan provinsi mengenai pola pengelolaan alat tersebut. Salah satu opsi yang dibahas yakni pemanfaatan melalui Brigade Alsintan atau diserahkan pengelolaannya kepada kelompok tani.
“Untuk langkah selanjutnya, kami masih menunggu petunjuk dari pusat maupun provinsi. Persoalan empat unit combine tersebut telah dilaporkan, termasuk kepada Bupati Sumbawa dengan arahan agar persoalan administrasinya dilengkapi,” katanya.
Ia menambahkan, keputusan mengenai pemanfaatan alat tersebut, apakah melalui Brigade Alsintan atau dikelola kelompok tani, masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari pemerintah pusat dan Provinsi NTB. (Gad)