PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Komisi II DPRD Sumbawa Dorong Optimalisasi Pasokan Air BBS

Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa meninjau kondisi Bendungan Beringin Sila (BBS) di Desa Tengah, Kecamatan Utan, Selasa (6/10).

E
Penulis Editor
Tanggal 08 Oct 2026, 10:59 WITA
Komisi II  DPRD Sumbawa Dorong Optimalisasi Pasokan Air BBS
Tinjau Bendungan Beringin Sila, Komisi II DPRD Sumbawa Dorong Pusat Tuntaskan Pembangunan Jaringan Irigasi

Sumbawa, GaungNUSRA

Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa meninjau kondisi Bendungan Beringin Sila (BBS) di Desa Tengah, Kecamatan Utan, Selasa (6/10).Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi infrastruktur bendungan, jaringan irigasi serta manfaatnya bagi masyarakat, khususnya untuk kebutuhan pertanian dan air baku.

Kunjungan tersebut dipimpin Pimpinan Komisi II DPRD Sumbawa H Zohran SH bersama anggota Komisi II Ida Rahayu SAP dan Kaharuddin Z. Turut hadir Camat Utan Sartono dan Direktur Perumdam Batu Lanteh Abdul Hakim SE.

Dalam kunjungan tersebut, Komisi II menyoroti pentingnya optimalisasi operasional bendungan untuk menjaga keberlanjutan pasokan air bagi lahan pertanian dan kebutuhan air baku masyarakat.

Petugas Unit Pengelola Bendungan (UPB) Sumbawa 2, Mulyadi, menjelaskan Bendungan Beringin Sila berada di aliran Sungai Beringin Sila atau Brang Utan. Bendungan tersebut menjadi bagian dari wilayah layanan UPB Sumbawa 2 yang mencakup sejumlah bendungan dan wilayah layanan, di antaranya Penyaring, Pemasar, Olat Rawa, BBS, Mamak, Mengkoang hingga Pernek.

Berdasarkan data teknis yang disampaikan Mulyadi, Bendungan Beringin Sila dibangun pada daerah aliran sungai (DAS) seluas 61,5 kilometer persegi. Bendungan tersebut memiliki kapasitas tampung 32,75 juta meter kubik dengan luas genangan sekitar 126 hektare.

Bendungan tersebut diproyeksikan mendukung pengairan sekitar 3.500 hektare lahan pertanian. Selain fungsi irigasi, BBS memiliki kapasitas penyediaan air baku sebesar 86 liter per detik serta kemampuan reduksi banjir hingga 85 meter kubik per detik.

Dalam dialog teknis, Komisi II bersama pengelola bendungan dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I membahas sejumlah aspek pengelolaan dan pemeliharaan bendungan, termasuk stabilitas debit air, sedimentasi serta keamanan struktur.

Komisi II meminta stabilitas debit air untuk kebutuhan irigasi dan air baku tetap diperhatikan, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca dan musim kemarau.

Terkait sedimentasi, pihak UPB Sumbawa 2 menyebut pemeliharaan dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi pendangkalan waduk. Pemeliharaan tersebut umumnya dijadwalkan dalam siklus lima tahunan.

Sementara untuk keamanan struktur, elevasi air terus dipantau menggunakan instrumen geoteknik sebagai bagian dari sistem pemantauan kondisi bendungan, termasuk untuk mengontrol rembesan dan stabilitas bangunan.

Komisi II juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan kawasan tangkapan air (catchment area). Selain itu, potensi pengembangan sektor perikanan dan pariwisata di sekitar waduk dinilai dapat dikaji dengan tetap memperhatikan tata kelola kawasan.

Mulyadi mengatakan kawasan Bendungan Beringin Sila dapat dikunjungi masyarakat untuk berwisata. Menurutnya, tersedia area parkir di sekitar pintu masuk bendungan.

“Di sana cukup luas lapangan parkir dan masyarakat dapat berjalan kaki menuju bendungan. Kami di sini menjaga bendungan setiap hari selama 24 jam dengan pembagian shift jaga,” jelasnya.

Dorong Penuntasan Jaringan Irigasi

Pimpinan Komisi II DPRD Sumbawa H Zohran SH menegaskan, keberadaan Bendungan Beringin Sila harus memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya sektor pertanian dan pemenuhan kebutuhan air baku.

Karena itu, pihaknya mendorong pemerintah pusat segera menuntaskan pembangunan jaringan irigasi pendukung, mulai dari jaringan primer, sekunder hingga tersier.

“Kami berharap kepada pemerintah pusat agar pembangunan jaringan primer, sekunder dan tersier dapat segera dituntaskan. Dengan tuntasnya jaringan ini, distribusi air ke lahan-lahan pertanian dan air baku masyarakat akan semakin lancar,” ujarnya.

Menurut Zohran, penuntasan jaringan tersebut penting agar kapasitas Bendungan Beringin Sila dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani dan masyarakat Kabupaten Sumbawa.

Komisi II DPRD Sumbawa menyatakan akan terus menjalankan fungsi pengawasan serta mendorong sinergi lintas instansi dalam pengelolaan sumber daya air agar berjalan efektif, berkelanjutan dan tepat sasaran. (Gam) 

Bagikan Berita Ini: