Mataram, GaungNUSRAonline
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Budi Sastrawan menghadiri kegiatan Konsolidasi Daerah Pendidikan Dasar dan Menengah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2026, yang berlangsung di Hotel Lombok Raya pada 6 hingga 8 Maret 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Memperkuat Partisipasi Semesta, Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” tersebut menjadi forum strategis bagi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam memperkuat koordinasi serta menyelaraskan kebijakan di sektor pendidikan dasar dan menengah.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan hadir bersama Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, serta para pengawas pendidikan di lingkungan dinas setempat.
Forum konsolidasi ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk membahas berbagai isu strategis terkait peningkatan mutu pendidikan, termasuk tantangan implementasi kebijakan pendidikan di daerah.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk merumuskan langkah-langkah konkret dalam memperkuat partisipasi masyarakat serta mempercepat transformasi pendidikan di daerah.
Budi Sastrawan mengatakan, kegiatan konsolidasi tersebut merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pemangku kepentingan pendidikan dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama dan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, hingga masyarakat.
“Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan kebijakan serta memperkuat koordinasi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dasar dan menengah di daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa partisipasi seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar berbagai program peningkatan mutu pendidikan dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan pendidikan di daerah.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat akan menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan merata.
“Kolaborasi dan partisipasi semua pihak sangat diperlukan agar upaya peningkatan mutu pendidikan dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi kemajuan pendidikan,” katanya.
Dalam forum tersebut, para peserta juga membahas berbagai program prioritas pendidikan yang akan dijalankan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, termasuk strategi peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan tata kelola pendidikan, serta upaya pemerataan akses pendidikan bagi seluruh peserta didik.
Pembahasan juga mencakup berbagai tantangan yang dihadapi daerah dalam mengimplementasikan kebijakan pendidikan, seperti keterbatasan sumber daya, distribusi tenaga pendidik, serta kebutuhan peningkatan kompetensi guru.
Melalui kegiatan konsolidasi ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam memperkuat tata kelola pendidikan serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat.
Selain itu, forum ini juga diharapkan mampu melahirkan berbagai strategi inovatif untuk memperluas akses pendidikan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat.
Dengan sinergi dan koordinasi yang kuat antar pemangku kepentingan pendidikan, diharapkan cita-cita mewujudkan pendidikan bermutu dan merata bagi seluruh masyarakat di Provinsi Nusa Tenggara Barat dapat tercapai secara berkelanjutan. (Gad)