Sumbawa Barat, GaungNUSRA
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) meluncurkan program beasiswa perguruan tinggi bagi mahasiswa asal Kabupaten Sumbawa Barat. Program yang merupakan bagian dari KSB Maju Pendidikan itu, menyediakan bantuan biaya kuliah melalui tiga kategori penerima. Yakni beasiswa prestasi akademik, prestasi nonakademik, dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Kepala Dinas Dikbud KSB, Agus SPd, mengatakan skema tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh mahasiswa yang memenuhi persyaratan. Bantuan yang diberikan berupa pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) sesuai besaran yang ditetapkan masing-masing perguruan tinggi.
"Tiga kategori ini dirancang agar semua mahasiswa memiliki kesempatan yang sama. Selama mahasiswa tersebut memenuhi syarat, berarti berhak mendapatkan beasiswa. Bentuk bantuannya berupa pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), sehingga besaran yang diterima mengikuti tarif UKT di kampus masing-masing," ujar Agus, Selasa (21/7).
Menurut Agus, mekanisme beasiswa yang diterapkan Pemkab Sumbawa Barat berbeda dengan sebagian program beasiswa lain yang memberikan bantuan secara berkelanjutan selama masa studi. Pada program ini, kelayakan penerima dievaluasi setiap semester berdasarkan capaian Indeks Prestasi (IP) yang tercantum dalam Kartu Hasil Studi (KHS).
Ia menjelaskan, mahasiswa wajib menyerahkan KHS setiap akhir semester sebagai dasar verifikasi. Beasiswa yang sedang diproses saat ini diperuntukkan bagi pembiayaan semester genap periode Januari hingga Juni. Sementara bantuan untuk semester ganjil akan dibayarkan pada awal 2027 setelah hasil studi semester tersebut diterbitkan oleh perguruan tinggi.
"Evaluasinya dilakukan setiap semester berdasarkan KHS. Jika pada semester berjalan IP tidak memenuhi persyaratan, mahasiswa tidak menerima beasiswa. Namun, apabila pada semester berikutnya IP kembali memenuhi kriteria, mahasiswa dapat mengajukan kembali," jelasnya.
Agus menilai sistem evaluasi berkala tersebut diharapkan mampu mendorong mahasiswa untuk terus menjaga prestasi akademiknya. Selain menjadi bentuk penghargaan atas capaian belajar, program ini juga diharapkan dapat mengurangi beban biaya pendidikan yang ditanggung orang tua.
"Besaran UKT di sejumlah perguruan tinggi ada yang mencapai Rp8 juta hingga Rp12 juta per semester. Karena itu, bantuan ini diharapkan benar-benar dapat meringankan beban keluarga mahasiswa sekaligus memotivasi mereka untuk terus berprestasi," katanya.
Seluruh bantuan beasiswa akan disalurkan langsung ke rekening KSB Maju milik masing-masing penerima. Pelaksanaan program tersebut telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Bupati (Perbup) yang telah selesai disusun, sehingga proses penyaluran bantuan dapat dilaksanakan sesuai ketentuan.
Dikbud Sumbawa Barat juga memastikan telah menyiapkan dukungan anggaran daerah sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah.
Selain itu, pemerintah memberikan kelonggaran dalam pengumpulan KHS karena jadwal penerbitan nilai di setiap perguruan tinggi tidak sama, terutama antara perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta. Dikbud akan melakukan penyesuaian jadwal administrasi agar seluruh mahasiswa asal Sumbawa Barat memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti program beasiswa tersebut. (Gbw)