Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Pemerintah Kabupaten Sumbawa terus mengevaluasi pelaksanaan Car Free Night (CFN) yang telah berlangsung selama satu tahun. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan program yang menjadi salah satu implementasi 12 Program Jarot–Ansori itu benar-benar memberikan dampak terhadap pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Sumbawa, Ivan Indrajaya, mengatakan, evaluasi diperlukan karena selama pelaksanaan CFN masih terdapat sejumlah kendala yang harus dibenahi. Di sisi lain, tingginya antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi menjadi indikator bahwa program tersebut mendapat respons positif.
"Evaluasi ini dilakukan karena tentu ada kendala dan perbaikan yang harus dilakukan ke depan. Animo masyarakat sangat tinggi untuk ikut berpartisipasi. Hampir setiap pelaksanaan selalu ada kenaikan jumlah UMKM yang bergabung," ujarnya, Senin (27/7).
Menurut Ivan, CFN tidak hanya menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya. Tetapi juga berkembang sebagai wadah kreativitas masyarakat melalui berbagai aktivitas seni, budaya, dan hiburan yang digelar setiap pekan.
Saat ini, sekitar 500 pelaku UMKM telah berjualan di kawasan CFN. Sementara itu, terdapat sekitar 400 pelaku UMKM lainnya yang masih mengantre untuk mendapatkan kesempatan bergabung. Kondisi tersebut, menunjukkan tingginya minat masyarakat memanfaatkan CFN sebagai sarana mengembangkan usaha.
Karena itu, pemerintah akan mengkaji kemungkinan pengembangan pelaksanaan CFN tidak hanya di Kota Sumbawa, tetapi juga di sejumlah kecamatan. Langkah tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah yang lebih luas.
"Yang paling penting nanti akan dievaluasi apakah dengan adanya CFN ini benar-benar terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Itu yang menjadi fokus utama," katanya.
Selain jumlah pelaku usaha yang terus bertambah, pemerintah juga mulai mengukur kontribusi CFN terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Salah satunya dengan menghitung kontribusi sektor UMKM terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sumbawa.
Menurut Ivan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menyusun metode penghitungan kontribusi UMKM terhadap PDRB. Meski demikian, indikator yang paling penting tetap berada pada peningkatan pendapatan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
"Dalam RPJMD memang ada target menghitung kontribusi UMKM terhadap PDRB Sumbawa. Kami sudah berkoordinasi dengan BPS. Namun yang paling penting adalah bagaimana pendapatan masyarakat dari kegiatan ini benar-benar meningkat," jelasnya.
Dari sisi penyelenggaraan, sejumlah aspek teknis juga menjadi perhatian dalam evaluasi. Salah satunya mengenai jam operasional pemutaran musik yang diminta dimulai setelah pelaksanaan Salat Isya sebagai bentuk penghormatan terhadap aktivitas ibadah masyarakat.
Selain itu, penataan lapak UMKM juga akan disesuaikan dengan rencana pembangunan Kawasan Kota Pusaka yang diperkirakan berdampak terhadap penempatan para pedagang.
Pemerintah juga akan mengevaluasi lokasi pelaksanaan CFN. Selama ini kegiatan dipusatkan di Lapangan Pahlawan mulai sore hari hingga pukul 23.00 Wita. Namun, karena kawasan tersebut dinilai mulai padat, pemerintah mempertimbangkan alternatif lokasi lain, seperti Taman Kerato maupun Taman Genang Genis.
Disisi lain, pelaksanaan CFN juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah melalui retribusi parkir yang mencapai sekitar Rp375 ribu setiap pekan. Sementara dari aspek digitalisasi, hampir 100 persen pelaku UMKM yang berpartisipasi telah menggunakan sistem pembayaran digital dalam transaksi dengan pengunjung.
Ivan menegaskan, CFN merupakan bagian dari implementasi 12 Program Jarot–Ansori, khususnya dalam penguatan sektor UMKM melalui dukungan permodalan dan pendampingan usaha. Karena itu, keberhasilan program tidak hanya diukur dari ramainya pengunjung atau bertambahnya jumlah pedagang, tetapi sejauh mana aktivitas tersebut mampu meningkatkan perekonomian masyarakat secara nyata.
Sebagai bagian dari evaluasi sekaligus apresiasi atas perjalanan program tersebut, lanjut Ivan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga berencana menggelar peringatan satu tahun pelaksanaan CFN. Peringatan itu akan dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus mendatang. (Gar)